Sebelumnya kita telah membahas mengenai tubektomi sebagai kontrasepsi steril pada wanita, kali ini kita akan membahas mengenai proses sterilisasi pada pria yaitu vasektomi. Apa itu vasektomi? Vasektomi adalah metode sterilisasi dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria. Tidak seperti tubektomi, maka proses vasektomi merupakan bedah minor sehingga hanya memerlukan bius lokal saja untuk prosesnya. Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan vasektomi? Karena vasektomi adalah bedah minor, maka anda tidak perlu menginap. Anda dapat melakukan vasektomi kapanpun anda siap. Persiapan yang dapat anda lakukan adalah :
  • Mandi sebelum operasi dilakukan atau setidaknya membersihkan daerah skrotum (buah zakar) dan selangkangan paha.
  • Membawa celana khusus untuk menyangga skrotum.
  • Cukur atau potong pendek rambut kemaluan (pubis) anda.
Bagaimana cara melakukan vasektomi? Prinsip vasektomi adalah mengikat kedua saluran sperma anda. Ada beberapa alternatif lain tersedia untuk mengikat yaitu dengan cara mengikat saja, memasang klip tantalum, kauterisasi, menyuntikkan sclerotizing agent, menutup saluran dengan jarum dan kombinasinya. Ada dua cara melakukan vasektomi yaitu : Metode vasektomi standar, cara ini dimulai dengan melakukan anestesi/bius lokal ke daerah pertengahan skrotum (bila anda takut anda dapat meminta sedasi). Kemudian dilakukan sayatan 1-2cm diatasnya. Bila saluran sudah tampak maka saluran akan dipotong, lalu kedua ujungnya akan diikat. Hal sama akan dilakukan pada saluran sperma satunya. Kemudian luka ditutup dengan penjahitan. Metode vasektomi tanpa pisau. Proses awalnya sama yaitu melakukan anestesi lokal pada skrotum lalu dengan klem dilakukan fiksasi pada saluran sperma, kemudian dengan forceps khusus dibuang lubang, lalu saluran ditonjolkan keluar untuk dikeluarkan melalui lubang forceps yang sudah diperbesar. Kemudian saluran sperma dipotong dan diikat dengan benang lalu dikembalikan ke dalam skrotum. Luka ditutup dengan perban. Berikut adalah diagram non-scalpel vasectomy :  NSV Apa komplikasi melakukan vasektomi? Dibandingkan tubektomi, komplikasi yang timbul dari vasektomi lebih jarang timbul dan lebih ringan. Komplikasi yang mungkin muncul adalah :
  • Perdarahan
  • Hematom skrotum
  • Infeksi pada luka yang timbul atau epididimitis
  • Granuloma sperma, berupa benjolan kenyal yang kadang nyeri pada skrotum bagian atas. Biasanya timbul 1-2 minggu setelah vasektomi. Terapinya dengan membuang granuloma dan mengikat saluran sperma kembali.
  • Reaksi autoimun terhadap sperma sendiri. Hal ini belum pernah terbukti.
Bila timbul gejala diatas, sebaiknya anda segera ke layanan kesehatan. Apa yang harus diperhatikan setelah vasektomi dilakukan? Perlu diketahui bahwa sekalipun telah dilakukan pengikatan, tapi tetap ada sperma yang tersisa di sepanjang saluran sperma. Karena itu anda diharapkan menggunakan kondom saat berhubungan seksual untuk sekitar 15-20 kali ejakulasi atau selama 3 bulan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah :
  • Luka harus dijaga bersih dan pakailah celana dalam yang bersih dan kering.
  • Pakailah celana penyangga skrotum untuk 3-4 hari setelah operasi.
  • Jangan bekerja berat atau mengangkat barang berat ninimal 3-7 hari sesudahnya.
  • Jangan menaiki sepeda minimal 3 bulan sesudah vasektomi.
  • Anda boleh berhubungan seksual dengan pasangan anda bila anda merasa siap. Biasanya seminggu setelah operasi.
Apakah vasektomi ini bisa gagal? Bila dilakukan dengan benar, maka angka keberhasilannya sekitar 99%. Untuk memastikan keberhasilan, maka 3 bulan setelah vasektomi akan dilakukan pemeriksaan analisa sperma. Vasektomi dikatakan berhasil bila hasilnya azoospermia. Bagaimana bila saya memutuskan ingin punya anak lagi? Vasektomi dapat dianggap sebagai sterilisasi yang permanen, artinya walaupun saluran sperma disatukan kembali, angka keberhasilan hamil hanyalah 50%. Semakin lama interval waktu sejak vasektomi dilakukan, semakin kecil angka keberhasilan hamil. Waktu yang terbaik untuk menyatukan kembali saluran sperma adalah < 3 tahun setelah vasektomi dilakukan. Apakah vasektomi akan meningkatkan resiko kanker prostat? Menurut penelitian terbaru, tidak ada hubungan pasti antara vasektomi dengan peningkatan resiko kanker prostat. Jadi anda tidak perlu khawatir. Apakah vasektomi akan mengganggu hubungan seksual saya? Tentu saja tidak. Anda tidak akan mengalami disfungsi ereksi atau ejakulasi dini karena vasektomi. Anda tetap bisa berhubungan seksual seperti biasa dan ejakulasi, hanya saja tidak ada sperma dalam cairan mani yang dikeluarkan. Dimana saya bisa melakukan vasektomi dan berapa biayanya? Vasektomi dapat dilakukan di layanan klinik KB atau layanan kesehatan manapun yang memiliki fasilitas bedah minor. Biaya vasektomi sekitar 500-600ribu tergantung tempat layanannya. Mungkin anda bertanya apakah metode sterilisasi ini mencegah penyakit menular seksual? Jawabannya adalah tidak. Kontrasepsi adalah cara mencegah kehamilan bukan mencegah penyakit menular seksual. Jadi kesimpulannya mana yang lebih baik vasektomi atau tubektomi? Walaupun keduanya sama efektifnya,dan tanpa efek samping jangka lama, tapi biaya vasektomi jauh lebih murah dan komplikasi yang ditimbulkan tidak sehebat tubektomi, jadi sebagai pilihan kontrasepsi steril maka vasektomi lebih baik dari tubektomi. Hanya saja vasektomi lebih permanen dibandingkan tubektomi sehingga anda harus yakin bahwa anda memang tidak ingin memiliki keturunan lagi. Sebaiknya anda berdiskusi dengan pasangan anda dan dokter kandungan anda untuk pilihan yang paling tepat. Selamat memilih. Sumber : Jonathan S. Berek. 2002. Novak’s Gynecology. Lippincott & Wilkins Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi edisi 2. 2006. Jakarta Brandon J., Md. Bankowski, dkk. 2002. The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics 2nd edition. Lippincott Williams & Wilkins http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002995.htm http://www.emedicinehealth.com/vasectomy/article_em.htm#