Saat ini, perkembangan radiologi sangat pesat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Terdapat banyak sekali modalitas dalam radiologi. Salah satunya adalah Intravenous Pyelogram (IVP). IVP ini terutama dikerjakan untuk membantu diagnosis gangguan dan kelainan pada sistem berkemih manusia, khususnya bagian ginjal, ureter dan kandung kemih (vesica urinaria). Sesuai dengan namanya, IVP ini dilakukan dengan menyuntikkan kontras Iodida ke dalam pembuluh darah vena (intra venous) dan dilakukan pemeriksaan X-Ray.     Kapan IVP dilakukan? Pemeriksaan IVP dilakukan untuk membantu dokter menilai gangguan yang terjadi pada sistem berkemih kita. Dengan IVP, diharapkan kita dapat mencari penyebab dari keluhan pasien seperti darah pada air kencing atau pun nyeri pada pinggang. Beberapa kelainan atau gangguan yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan IVP ini adalah batu ginjal, batu ureter, pembesaran kelenjar prostat pada pria, tumor (benjolan) pada ginjal, ureter, atau pun kandung kencing.   Sebelum pemeriksaan IVP dilakukan, ada hal yang perlu diinformasikan pasien kepada pemeriksa adalah kondisi pasien yang sedang hamil, pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim, riwayat alergi, riwayat sakit ginjal atau kencing manis.   Pemeriksaan IVP tidak dilakukan pada pasien yang memiliki fungsi ginjal yang jelek, sebelum pemeriksaan dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal yaitu pemeriksaan kreatinin dan ureum melalui pemeriksaan darah. pasien yang mengkonsumsi obat metformin, juga harus diperhatikan untuk menstop konsumsi obat tersebut 48 jam sebelum dan setelah prosedur, serta memiliki fungsi ginjal yang baik.   Apakah pemeriksaan ini memerlukan persiapan? Pemeriksaan IVP memerlukan persiapan. Persiapan yang dilakukan yaitu semalam sebelum pemeriksaan, pihak medis akan meminta Anda untuk puasa mulai dari malam sampai besok harinya dan diberikan pencahar agar usus besar bersih sehingga didapatkan hasil pemeriksaan yang maksimal.   Prosedur IVP Prosedur dari IVP dimulai dengan menyuntikkan kontras yang diberikan kepada pasien melalui pembuluh darah vena di lengan. Setelah penyuntikan tersebut, dilakukan pembendungan pada saluran kemih bagian atas. Kontras tersebut akan dikeluarkan dari peredaran darah melalui ginjal, kontras ini lah yang terlihat pada film pada pemotretan setelah penyuntikan. Pemotretan akan diambil dalam beberapa kali pada waktu-waktu tertentu untuk menangkap jalannya kontras pada bagian-bagian sistem saluran kemih, yaitu pada tujuh menit, 15 menit, 30 menit, dan 60 menit, pada kasus tertentu bisa mencapai 24 jam setelah penyuntikan kontras. Namun pemeriksaan dapat dibatalkan, bila pada uji kepekaan terhadap kontras, pasien menderita alergi terhadap zat kontras.