Anda ingin memberikan ASI (Air Susu Ibu) kepada sang buah hati tetapi terbentur oleh pekerjaan anda di kantor? Jangan khawatir anda bisa menggunakan teknologi pompa ASI untuk mengeluarkan ASI dan menyimpannya sehingga bisa diberikan pada sang buah hati walaupun anda pergi bekerja. Apa itu pompa ASI? Pompa ASI adalah suatu alat mekanik yang dapat mengeluarkan ASI dari payudara ibu yang sedang dalam masa menyusui. Pompa ASI tersedia dalam tiga macam alat yaitu pompa ASI manual yang dilakukan dengan tangan anda sebagai tenaga pemompa, pompa ASI elektrik dimana pompa dilakukan dengan tenaga baterai atau tenaga listrik sebagai sumber energy dan gabungan keduanya yaitu bisa secara manual atau elektrik.

Pompa ASi juga tersedia dalam bentuk satu corong payudara saja atau dua corong payudara jadi bisa memompa kedua payudara sekaligus. Bagaimana cara melakukan pompa ASI? Baik pompa ASI manual atau elektrik memiliki cara yang sama, yaitu :
  • Ibu berada dalam posisi duduk, paling baik agak membungkuk ke depan.
  • Pasangkan corong hingga menutupi area putting payudara anda, pastikan putting susu berada tepat di depan pipa penghisapan.
  • Mulailah lakukan pemompaan secara perlahan-lahan hingga ASI keluar, bila menggunakan pompa elektrik maka akan diatur secara otomatis.
  • Pompalah hingga ± 15 menit untuk tiap payudara untuk pompa eletrik dan ± 45 menit untuk pompa manual.
Anda dapat menonton video pemasangan pompa di pompa ASI Kapan saya mulai melakukan pompa ASI? Anda dapat memulai melakukan pompa ASI kapanpun anda mau, hanya saja sangat disarankan agar anda mulai melatih diri sejak 1-2 minggu sebelum anda bekerja agar terbiasa. Awalnya ASI yang dikeluarkan hanya sedikit tapi bila terus dilakukan secara rutin maka lama kelamaan ASI yang dikeluarkan akan semakin banyak. Lakukanlah pelatihan pompa ASI di sela-sela jam makan anak atau setelah menyusui. Berapa lama saya harus memompa? Seperti yang tertera di atas, biasanya dibutuhkan waktu 10-15 menit untuk setiap payudara pada pompa elektrik dan ±45 menit untuk pompa manual. Seberapa sering saya harus memompa? Idealnya adalah anda harus memompa sebanyak biasanya bayi anda menyusui (± tiap 3 jam), tapi tentu saja ini sulit bila anda pekerja kantoran. Karena itulah pompalah ASI pada pagi hari sebelum bekerja, dan setiap habis menyusui bayi sepulang kantor dan sesering mungkin setelah di rumah. Akan lebih baik bila anda dapat melakukan pompa ASI di sela-sela istirahat kantor. Dimana saya bisa menyimpan ASI-nya? ASI yang dihasilkan dapat disimpan di botol plastik (berlabel PP atau PC) ataupun botol kaca yang tertutup rapat dan bersih. Simpanlah di tempat yang steril. Bila anda menyimpannya di suhu ruangan terbuka, maka ASI dapat bertahan 4-8 jam. Bila di dalam lemari pendingin atau kulkas maka bisa bertahan untuk 3-8 hari, dan bila di dalam lemari pembeku (freezer) maka dapat bertahan hingga 3 bulan. Apakah tidak rusak bila ASI disimpan begitu saja? Tentu saja tidak rusak, bentuk dan warna ASI bisa bervariasi dan normal saja bila disimpan di kulkas akan terbentuk tingkatan lapisan yang memisahkan lemak dan bagian lain ASI. Tapi anda tidak perlu khawatir, ini tidak berarti ASI-nya rusak, anda cukup kocok atau putar secara perlahan dan semua akan kembali menyatu seperti normalnya. Nutrisi dan gizi yang terkandung dalam ASI yang disimpan secara benar sama dengan ASI yang langsung diberikan. Bagaimana menghangatkan ASI dari kulkas? Anda cukup memutar secara perlahan botol ASI di dalam air hangat hingga suhu ASI dalam botol cukup hangat untuk bayi. Ingat jangan gunakan air panas apalagi microwave karena akan merusak  protein dalam ASI. Selain itu ASI yang dihangatkan ini hanya berlaku untuk 24 jam saja setelah itu jangan diberikan apalagi disimpan kembali. Bagaimana mencegah agar anak tidak bingung putting? Sebaiknya anda tidak memberikan ASI dengan botol susu, karena anak akan bingung mana putting ibunya dan mana dot susu. Akibatnya anak akan menolak menyusui nantinya. Sebaiknya anak disuapi dengan sendok secara perlahan. Bila usia anak sudah > 2 bulan maka boleh digunakan dot karena anak sudah bisa membedakan putting susu ibu dan dot botol. Apa pompa ASI ini aman? Ini pertanyaan yang mungkin paling dikhawatirkan oleh para ibu. Tenang saja bu pompa ASI aman untuk anda. Tidak ada hubungannya pompa ASI dengan kanker payudara. Tips untuk anda para ibu:
  • Sebelum memompa ASI pastikan anda sudah mencuci tangan
  • Sebelum dan selama memompa ASI bayangkanlah bayi anda karena rangsangan seperti itu akan membuat ASI keluar lebih mudah.
  • Lakukanlah pemijatan lembut pada payudara sebelum pemompaan untuk merangsang produksi ASI.
  • Pilihlah pompa ASI yang langsung terhubung ke wadah penyimpanan agar ASI tidak mudah tumpah saat dipompa.
  • Pilihlah corong payudara yang sesuai dengan ukuran payudara anda sehingga proses pemompaan lebih maksimal.
  • Simpanlah ASI dalam wadah tertutup dan bersih, jangan lupa berikan tanggal dan jam pengambilannya.
  • Simpanlah ASI dalam volume yang sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga selalu sekali pemberian saja.
  • Cuci bersih botol penyimpan dan corong payudara serta alat pompa yang bisa dicuci, bila perlu diterilkan dengan direndam dalam air mendidih 5-10 menit.
  • Simpanlah selalu alat pompa anda di tempat steril misalnya tas khusus untuk pompa ASI
  • Simpanlah ASI yang dihasilkan di bagian dalam kulkas bukan di pintunya karena suhu di bagian pintu berubah-ubah akibat dibuka tutup.
  • Jangan membolos pompa ASI, sehari saja anda tidak melakukannya maka produksi ASi akan berkurang jauh.
  • Tetaplah menyusui anak sebelum pergi dan sepulang kantor atau kerja.
Fakta mengenai pompa ASI:
  • Awalnya produksi ASI akan sedikit saat dipompa, tapi semakin sering anda memompa semakin banyak produksi ASI-nya.
  • Jangan simpan lagi ASI yang sudah dihangatkan dari kulkas untuk yang berikutnya.
  • Jangan kaget bila bayi lebih sedikit menyusui di siang hari, karena bayi menyesuaikan dengan pola waktu menyusui ibu, sehingga pada malam hari bayi akan menyusui lebih banyak.
  • Warna ASI yang disimpan bisa berubah menjadi kuning, coklat atau putih kebiruan dan bisa terbagi dalam beberapa lapisan tapi ini normal.
Sumber : http://familydoctor.org/online/famdocen/home/women/pregnancy/birth/828.html http://pregnancy.about.com/cs/breastpumps/a/aabmtips.htm http://kidshealth.org/PageManager.jsp?lic=1&ps=104&article_set=44023 http://www.mayoclinic.com/health/breast-feeding/PR00002 http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_news&task=view&id=299&itemid=1