Sudah sejak lama manusia berusaha tampil dengan wajah menarik dan cantik selama mungkin. Untuk memenuhi tujuan tersebut, beberapa orang juga memodifikasi penampilan fisik mereka untuk tampil tetap muda sehingga memenuhi standar kriteria kecantikan menurut kebudayaan masing-masing. Sayangnya, proses penuaan alami dan berbagai pengaruh lingkungan seperti pajanan sinar matahari dapat mempengaruhi penampilan wajah kita dengan timbulnya kerutan, noda hitam, juga kulit menjadi kasar dan kering. Banyak cara yang telah digunakan untuk mencegah hal tersebut, mulai dari mengatur diet makanan, berolahraga untuk membentuk tubuh yang ideal, penggunaan kosmetik, sampai penggunaan suntik BOTOX dan operasi facelift yang akhir-akhir ini banyak dilakukan. Pertama, kami akan membahas mengenai facelift dan BOTOX secara umum dilanjutkan dengan perbandingan keduanya. Facelift atau Rhytidectomy merupakan suatu tindakan operasi kosmetik yang dapat memberikan penampilan wajah lebih muda dengan membuang bagian-bagian kulit lalu mengencangkan jaringan di bawahnya pada bagian wajah dan leher. Hal ini menjadi salah satu terbosan dunia kedokteran bedah plastik. Facelift merupakan suatu tindakan operasi yang tidak akan menghentikan proses penuaan normal. Facelift dapat menghilangkan tanda-tanda penuaan di wajah dan leher seperti :
  • kekenduran kulit wajah bagian tengah
  • lipatan di bawah mata
  • lipatan di ujung-ujung bibir
  • kekenduran di bawah wajah, di sekitar leher
  • menghilangkan penimbunan cadangan lemak seperti di sekitar pipi dan dagu
Berikut ini, kami akan mencoba menjelaskan secara singkat mengenai prosedur facelift. Mula-mula pasien akan diberikan suntikan anestesik (obat bius) seperti operasi lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sayatan tergantung teknik yang dilakukan. Teknik Facelift Tradisional membutuhkan sayatan lebih lebar, dengan waktu penyembuhan lebih lama namun dapat mengangkat lapisan kulit dan otot lebih dalam daripada Facelift Terbatas (Limited Facelift). Setelah Pembuatan sayatan, akan dilakukan operasi dengan berbagai teknik, seperti :
  • Facial implants
  • Resurfacing techniques untuk memperbaiki struktur dan kelenturan kulit wajah
  • Pengurangan keriput dengan suntikan
Setelah itu akan dilanjutkan dengan penutupan sayatan. Setelah operasi, daerah sekitar bekas sayatan akan bengkak dan tampak kemerahan. Beberapa hari kemudian bekas luka sayatan akan tertutupi oleh kontur rambut. Suntikan BOTOX atau Botox®/BTX-A seperti facelift, juga dapat memberikan penampilan wajah lebih muda, tapi tidak melalui operasi. Namun, BOTOX juga tidak akan menghentikan proses penuaan sehingga perlu dilakukan pengulangan suntikan untuk mempertahankan keadaan. Bahan dasar BOTOX adalah neurotoxin botulinum yang telah diekstrasi dari racun yang dapat menyebabkan penyakit botulism. Botulinum melumpuhkan kerja saraf dengan menghambat penyampaian rangsang saraf dan ditandai kelemahan otot yang semakin progresif. Penggunaan BOTOX didasarkan pada proses timbulnya kerutan yang melibatkan aktivitas berlebihan otot-otot wajah. Berbagai ekspresi wajah seperti mengerutkan dahi terjadi saat otak mengirimkan sinyal ke serat otot sehingga otot tersebut akan berkontraksi. Selama kontraksi berlansung, otot akan memendek dan menarik lapisan kulit di atasnya sehingga timbul seperti kerutan. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus atau sering, maka akan terjadi bekas kerutan yang cukup dalam. Akibatnya, wajah pun terlihat lebih tua. Dengan menyuntikkan BOTOX yang bekerja mirip dengan botulinum, akan terjadi hambatan pada kerja otot-otot wajah yang dapat menimbulkan kerutan. Selain untuk kepentingan kosmetik, BOTOX juga digunakan untuk berbagai terapi penyakit saraf dan menghambat aktivitas kelenjar keringat berlebih. Setelah suntikan, umumnya pasien akan merasakan hasil dalam 5-7 hari. Jumlah suntikan yang harus diberikan bervariasi tergantung tujuan tindakan yang akan dilakukan, misalnya untuk menghilangkan kerutan di dahi akan dibutuhkan minimal 3 suntikan, secara umum rata-rata diperlukan 5 kali suntikan. Perbandingan Operasi facelift dan BOTOX:
  • Siapa saja yang dapat menerima tindakan ? FACELIFT: orang yang tidak menggunakan narkotika, tidak merokok, dan tubuh dalam keadaan sehat secara fisik. BOTOX: orang yang tidak alergi terhadap BOTOX, tidak memiliki kelainan saraf pada neuromuscular junction seperti myasternia gravis, tidak menggunakan obat penghambat transmisi impuls saraf, sedang tidak hamil dan menyusui.
  • Hal yang harus dilakukan sebelum tindakan FACELIFT: Pemeriksaan dan pengukuran wajah, stop merokok, menghindari pemakaian aspirin, suplemen herbal karena dapat meningkatkan pendarahan. BOTOX: menghindari konsumsi obat-obat anti koagulan (anti pembeku darah).
  • Lama efek yang dialami FACELIFT: penyembuhan luka operasi rata-rata 2 minggu. Ketahanan hasil operasi tergantung fisik masing-masing pasien, namun secara umum diperoleh 3-4 tahun. BOTOX: efek BOTOX mulai dirasakan pada 5-7 hari setelah penyuntikan. Ketahanan efek suntikan bervariasi tergantung jumlah kelenjar keringat di wajah masing-masing pasien. Jumlah yang sedikit bertahan sekitar 4-6 bulan, sedangkan jumlah yang banyak bertahan sekitar 6-12 bulan.
  • Efek samping atau komplikasi FACELIFT: Luka sayatan yang membekas, perdarahan (hematoma), infeksi, resiko anesthesia , kehilangan kemampuan regenerasi rambut pada daerah sayatan, luka saraf kepala dengan kelemahan saraf, wajah tidak simetris, skin loss, perasaan bebal pada kulit, kematian jaringan di bawah kulit (nekrosis), penimbunan cairan, nyeri, perubahan kontur wajah, perubahan warna kulit, kulit lebih sensitif dan tampak bengkak, trombosis vena dalam, komplikasi jantung dan paru. Terdapat kemungkinan harus operasi ulang untuk memperbaiki hasil opreasi awal yang tidak memuaskan. BOTOX: Ptosis, nausea, fatigue, malaise, kemerahan pada kulit, nyeri, bengkak, erythema, ecchymosis, pusing, hypesthesia, dan kelemahan otot yang tidak diinginkan.
  • Biaya yang harus dikeluarkan FACELIFT: Biaya yang diperlukan 10-15 juta rupiah. BOTOX: Biaya yang diperlukan 4-5 juta rupiah.
DAFTAR PUSTAKA Harrison's Principles of Medicine ed 16th http://content.nejm.org/cgi/reprint/350/15/1526.pdf http://www.medscape.com/viewarticle/529442 http://www.plasticsurgery.org/patients_consumers/procedures/Rhytidectomy.cfm http://www.medscape.com/viewarticle/411687 http://www.emedicine.com/plastic/TOPIC509.HTM http://www.webplastics.com/botoxcoll.htm http://students.stttelkom.ac.id/web/ http://www.medscape.com/viewarticle/528419