Internet jelas bukan barang baru lagi. Jika sepuluh tahun lalu, istilah 'internet' di Indonesia masih sering menjadi plesetan dari 'indomie-telor-kornet', pada hari ini tampaknya jumlah orang yang mengkonsumsi 'internet' dunia maya sudah lebih banyak daripada yang mengkonsumsi makanan 'internet'. Tidak bisa disangkal bahwa internet telah dianggap sebagai sumber ilmu yang hampir tidak terbatas, informasi di ujung belahan dunia bisa diakses hanya dengan satu klik dengan ujung jari. Namun, belakangan ini kekhawatiran akan bahaya internet mulai disuarakan. Penggunaan komputer dan internet secara berlebihan memang berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Masih ingat kasus remaja Korea yang ditemukan meninggal dunia setelah bermain game online tanpa henti selama 12 jam, tahun 2010 lalu? Juli lalu, remaja Taiwan berusia 18 tahun juga ditemukan meninggal setelah bermain game online 40 jam penuh. Keduanya memang merupakan contoh ekstrim, tapi inilah gambaran nyata pengguna internet di masyarakat, dari kalangan remaja. Berikut ini akan dibahas beberapa dampak komputer, khususnya internet, bagi kesehatan manusia.   Pengaruh Pada Mata Mungkin sudah bukan pertama kalinya anda membaca tentang menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama menyebabkan gangguan penglihatan. Sayangnya, hal ini memang benar adanya. Selama menggunakan komputer, mata akan cenderung terfiksasi pada jarak dekat sekaligus frekuensi berkedip akan berkurang. Kurang aktifnya gerakan bola mata untuk melihat jauh dan juga kurangnya mekanisme pelumas bola mata alami dengan berkedip ini berpotensi mengganggu fungsi penglihatan mata. Akibat yang sering terjadi adalah rabun jauh dan kekeringan mata. American Optometric Association bahkan telah merilis laporan mengenai 'computer vision syndrome' yang menjelaskan tentang gangguan kesehatan mata dan penglihatan akibat penggunaan komputer berlebih. Gejala ini bervariasi dari mata pegal, pandangan buram, hingga sakit kepala dan nyeri bahu. Masalah ini tidak semata-mata akibat 'mata VS layar komputer' tapi juga melibatkan hal lain seperti penerangan dan posisi badan saat menggunakan komputer. Walaupun penelitian menunjukkan gangguan penglihatan pada seseorang akibat penggunaan komputer berlebih tidak bersifat permanen, ada bukti yang menunjukkan bahwa terjadi kerusakan struktural kecil. Kerusakan ini tampaknya tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, tapi akan mempersulit ketika perlu melakukan suatu kegiatan yang memerlukan ketelitian tinggi. Jadi, lebih baik berjaga-jaga kan?