Siapa yang tidak mengenal Facebook dan Twitter pada jaman sekarang ini? Situs jejaring sosial ini sangat digemari dalam beberapa tahun terakhir di berbagai kalangan; termasuk anak - anak, remaja, sampai usia tua. Memang karena butuh untuk berkomunikasi jarak jauh, menambah teman baru, berbagi informasi, mengemukakan pendapat, atau hanya sekedar gengsi; sehingga tidak dikatakan tidak gaul, apabila tidak memiliki Facebook atau Twitter. Apapun alasannya, hal tersebut telah menempatkan Indonesia pada posisi ketiga terbanyak pengguna Facebook dan posisi kelima terbanyak pengguna Twitter di seluruh dunia. Ya, memang dengan adanya situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. Jarak yang jauh terasa dekat  dan komunikasi dapat berlangsung kapan saja. Akan tetapi, kelebihan dari situs jejaring sosial ini dapat juga menjadi kelemahan karena menyebabkan para pengguna jejaring sosial kecanduan alias lupa waktu. Sehingga dengan semakin berkembangnya situs jejaring sosial menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif, termasuk dari segi kesehatan terutama kesehatan mental. Pengaruh positif yang dapat diperoleh dari jejaring sosial terhadap kesehatan mental :
  • Meningkatkan rasa harga diri. Berdasarkan penelitian dari Universitas Cornell, dinyatakan bahwa para siswa yang meng- update status Facebook merasa lebih baik dan mengapresiasi diri mereka lebih baik, dibanding mereka yang tidak. Terlepas dari apapun yang ditulis dalam status Facebook, seseorang dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka karena dengan meng-update status seseorang dapat mengontrol pencitraan diri yang ingin ditampilkan di depan publik.
  • Mempererat rasa persahabatan. Melalui pesan atau wall post di Facebook, seseorang dapat curhat, mengenang masa lalu, atau mengekspresikan rasa bahagia.
  • Mengatasi rasa minder dan kesepian. Seseorang yang mendapatkan pesan atau info terbaru dari temannya akan membangkitkan rasa keterikatan dengan yang lain, terutama bagi orang - orang yang sulit berinteraksi sosial. Dikatakan bahwa bagi orang yang minder untuk berkomunikasi tatap muka secara langsung, informasi baru dari news feed atau profil seseorang dapat menjadi suatu ide topik pembicaraan melalui jejaring sosial.