waterbabyJika diibaratkan, rasa sakit saat melahirkan secara normal (melalui vagina) hampir sama dengan rasa sakit saat anggota tubuh diamputasi. Beberapa waktu kemudian ditemukan cara melahirkan dengan operasi Caesar. Operasi ini tidak terlalu sakit karena menggunakan anestesi. Tetapi para ibu juga berpendapat bahwa rasa sakit setelah melahirkan justru lebih lama dibanding rasa sakit waktu melahirkan biasa. Namun kini telah ditemukan cara persalinan baru yang lebih tidak sakit: melahirkan dalam air. Melahirkan dalam air, atau istilah kerennya Water Birth, adalah suatu metode melahirkan secara normal melalui vagina di dalam air. Konsep mengenai metode ini ternyata telah timbul sejak lama, sejak tahun 1960-an dari pemikiran seorang peneliti Rusia, Igor Charkovsky. Metode ini terus dikembangkan dan akhirnya mulai dibuat protokol medisnya sejak tahun 1991 di Rumah Sakit Monadnock Community, New Hampshire, Amerika Serikat. Kini, rumah sakit di Amerika dan Inggris telah banyak menggunakan metode ini. Di Indonesia metode ini juga telah digunakan, walaupun masih jarang. Keuntungan dan Kontra Indikasi Sebetulnya, manfaat paling baik dari metode melahirkan dalam air ini adalah bagi bayi. Air yang digunakan adalah air hangat dengan suhu 37oC yang suhunya mirip dengan suhu dalam rahim ibu. Sehingga begitu keluar dari rahim ibu, bayi merasakan keamanan dan kenyamanan seperti dalam rahim ibu, sehingga ia bisa lebih beradaptasi. Setelah dikeluarkan dari dalam air, barulah bayi tersebut menangis. Bayi juga menjadi lebih bersih dari kotoran dan darah. Selain manfaat bagi bayi, manfaat bagi ibu juga ada dan lebih banyak, di antaranya:
  • Air yang hangat dapat membuat ibu menjadi lebih nyaman dan rileks saat melahirkan, juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang timbul karena ibu cemas. Hal ini dikarenakan air hangat dapat mengurangi pelepasan hormon stres dan memicu pengeluaran hormon endorfin sebagai penghambat rasa sakit.
  • Air juga dapat memudahkan gerak ibu karena berat jenis air membanti ‘meringankan’ berat badan ibu. Air hangat ini juga dapat meningkatkan energi ibu.
  • Air hangat membantu menimbulkan kontraksi uterus yang efisien dan peredaran darah pada daerah rahim menjadi lebih lancar, sehingga oksigen untuk bayi juga meningkat. Selain itu, perineum juga dapat menjadi lebih elastis, sehingga mengurangi resiko robekan pada vagina saat melahirkan.
Namun, sama seperti prosedur medis lainnya, selalu ada resiko tindakan medis. Untuk menghindari ‘efek samping’ dari metode ini, ada beberapa hal yang mutlak harus dihindari, seperti:
  • Adanya kontra indikasi seperti pada kehamilan normal, yaitu seperti bayi lahir sungsang.
  • Adanya penyakit menular seksual seperti herpes karena virus herpes tidak dapat mati dalam air hangat.
  • Adanya perkiraan perdarahan berlebih, preeklampsia, atau infeksi kehamilan.
  • Kehamilan kembar.
  • Adanya perkiraan bayi lahir prematur.
  • Adanya mekonium (feses bayi) yang berlebih.
REFERENSI: Schroeter, Ken. "Water Births: A Naked Emperor" Pediatrics, Vol. 114 No. 3, September 2004, pp. 855-858 (critical commentary in a mainstream medical journal) http://en.wikipedia.org/ http://www.americanpregnancy.org/ http://www.bmj.com/ http://www.hanyawanita.com/ http://www.mrw.interscience.wiley.com/ http://www.waterbirth.org http://www.weddingku.com/