Banyak cara dilakukan masyarakat untuk memperoleh tubuh yang indah dan ideal, diantaranya adalah dengan pantang terhadap makanan tertentu, berusaha menjaga asupan gizi makanan, berolahraga, puasa, dan sebagainya. Nah bagaimana bila tubuh sudah terlanjur gemuk, lemak sudah menumpuk pada bagian tertentu dan usaha untuk menurunkan berat badan pun tidak berhasil. Maka banyak orang mengambil jalan pintas melakukan pembedahan untuk mengeluarkan lemak tersebut, ya itulah teknik yang disebut liposuction. Liposuction sendiri sudah berkembang di Indonesia sejak tahun 1980-an, ketika itu liposuction belum populer dan menjadi suatu hal yang menakutkan. Tetapi sekarang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dimana teknik operasi sudah semakin maju dan aman, liposuction mulai diminati kembali. Sebenarnya apa itu Liposuction? Liposuction atau bedah sedot lemak adalah suatu cara untuk menghilangkan timbunan lemak dalam tubuh dengan cara membuat lubang kecil pada kulit dan mengeluarkan lemak tersebut dengan tenaga vakum (sedot). Tujuan Liposuction
  1. Tujuan utama adalah body contouring: membuang lemak bagian tubuh yang tidak diinginkan, sehingga bentuk tubuh secara kosmetis lebih baik.
  2. Pengobatan kegemukan. Liposuction digunakan untuk mengurangi lemak pada penderita kegemukan, sehingga mengurangi penyakit-penyakit akibat kegemukan dan membuat kualitas hidup penderita menjadi lebih baik.
Liposuction dapat dilakukan pada seluruh bagian tubuh yang mengandung timbunan lemak. Misalnya dagu, pipi, lengan atas, perut, pinggang, pinggul, punggung, paha dalam,paha samping, betis. Liposuction hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis yang berkompeten (telah mendapat pelatihan khusus liposuction) dan dikerjakan di kamar operasi RS atau klinik yang steril, dibantu dengan pembiusan lokal untuk mengurangi rasa sakit. Teknik Liposuction Dokter akan menyuntikan obat anestesi dibawah kulit, membuat lubang kecil pada kulit (3-4 mm) dan memasukkan jarum tumpul pada jaringan lemak yang akan disedot. Jarum tumpul tersebut berfungsi menyuntikan obat bius lokal (tumescent) pada lemak yang akan dibuang. Setelah menunggu 15-20 menit, baru liposuction dilakukan. Penyedotan dilakukan dengan menggunakan kanula,yaitu suatu pipa tumpul berdiameter sekitar 4 mm (sebesar straw sedotan minuman), yang digerak-gerakan maju-mundur guna menyedot keluar lemak tubuh. Setelah bentuk tubuh yang diinginkan tercapai, penyedotan di hentikan. Selesai operasi, lubang kecil pada kulit akan dijahit dengan 1-2 jahitan, jadi bekas pada kulit hanyalah sebesar 4-5 mm saja. Saat ini liposuction teraman adalah: menggunakan bius lokal tumesen dan kanula tumpul. Bisa dengan mesin ataupun semperit (syringe) Komplikasi yang mungkin timbul setelah liposuction Komplikasi liposuction yang paling sering terjadi adalah iregularities, dimana kulit setelah selesai dibuang, ternyata tidak rata.Tetapi hal ini biasanya dapat dikoreksi lagi 2-3 bulan kemudian. Komplikasi lain adalah infeksi, perdarahan bahkan kematian bilamana operasi tidak dilakukan secara benar. Liposuction adalah tindakan kosmetis yang cukup aman bilamana dokter memahami dengan benar, melakukan dengan teknik aman, memperhitungkan dosis dan mencegah segala kemungkinan komplikasi yang mungkin timbul. Sumber
  • Djuanda,E. Liposuction Membentuk Tubuh Dengan Sedot Lemak, Jakarta: Balai Penerbit F.K.U.I. 1996
  • http://www.bedahkulit.com
  • http://lipoworld.com