Klorofil! Siapa yang tidak kenal zat hijau daun ini?

Diabetes
Sekarang ini, klorofil banyak dijual di pasaran, mulai dari supermarket sampai took-toko. Dengan gencarnya iklan dan pemberitaan media massa, masyarakat pun berlomba-lomba mengkonsumsi si hijau ini. Efek yang paling diharapkan dari konsumsi klorofil adalah sebagai penurun berat badan secara alami. Tapi, benarkah demikian? Mari kita tinjau dari sisi medis berdasarkan bukti dan penelitian yang ada. KLOROFIL SEBAGAI ANTI KANKER Beberapa penelitian menunjukkan klorofil mungkin memiliki efek anti kanker bagi orang-orang tertentu. Menurut Jeffrey Hurst, editor buku "Methods of Analysis for Functional Foods and Nutraceuticals", klorofil memiliki efek sebagai anti kanker dan antioksidan. Efek tersebut dapat terjadi karena adanya ikatan sodium-copper-chlorophilin. Molekul bioaktif inilah yang melindungi tubuh melawan radiasi yang menyebabkan kanker. Selain itu, klorofil juga berperan dalam proses detoksifikasi. Klorofil mengikat racun-racun dan logam-logam berat dalam tubuh untuk kemudian dikeluarkan. KLOROFIL SEBAGAI PENURUN BB Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti khususnya untuk kaum hawa. Obesitas bukan merupakan suatu kelainan klinis tunggal tetapi disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Pernahkah terfikir oleh Anda bahwa racun, baik dari dalam maupun luar tubuh, ternyata dapat mempengaruhi berat badan? CDC (Centre for Disease Control) menyimpulkan bahwa ditemukan 116 jenis senyawa kimia pada darah atau air seni seseorang yang terpapar oleh lingkungan zat kimia. Racun kimia ini dengan cepat berpindah dari dalam darah ke dalam tempat-tempat penyimpanan, terutama jaringan lemak, organ-organ dan tulang. Menurut penelitian, orang dengan BMI (body mass index) tinggi menyimpan lebih banyak toksin karena mereka memiliki lebih banyak lemak. Ada lagi efek racun bagi tubuh. Racun menurunkan level hormon tiroid, menghancurkan mitokondria, meningkatkan stress oksidatif, menurunkan kemampuan dalam membakar lemak dan kalori dengan menghambat termogenesis, juga mengganggu pengaturan nafsu makan dan tingkah laku. Karena itu, konsumsi sayuran hijau yang mengandung klorofil tinggi dapat membantu mengurangi nafsu makan karena kandungan serat yang tinggi. Mengkonsumsi klorofil juga dapat membantu meningkatkan metabolisme, enzim yang terkandung dalam klorofil dapat membantu untuk memecah sel-sel lemak, dan mengubahnya menjadi energi tubuh. Namun, belum ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa klorofil yang merupakan pigmen hijau tanaman, dapat menurunkan berat badan. Selain memiliki manfaat, klorofil juga memiliki efek samping meskipun jarang terjadi seperti diare, kram perut, perubahan warna urin dan tinja. Oleh karena itu konsultasikan terlebih dahulu apabila akan mengkonsumsi klorofil untuk diet dan segera ke dokter bila efek samping terjadi.