testHIV/AIDS telah menjadi momok tersendiri saat ini. Penyakit ini mulai dikenal luas dan diwaspadai namun hingga saat ini belum memiliki obatnya. Karena awalnya tidak bergejala, kadang kita menjadi lengah dan terlambat menangani. Sebenarnya tes apa yang mudah dan akurat dalam mengetahui apakah kita terkena HIV atau tidak ? Kapan saya melakukan tes HIV ? Anda sebaiknya melakukan tes HIV bila anda terpapar dengan virus ini. Anda bisa mendapatkan virus ini dari hubungan seksual yang tidak aman (tidak memakai kondom atau anda tidak yakin dengan status kesehatan pasangan anda), memakai jarum suntik bergantian dengan  orang lain, atau terdapat kontak dengan darah penderita HIV/AIDS melalui luka di tubuh anda. Apa yang harus saya lakukan sebelum melakukan test ? Tes ini tersedia di setiap laboratorium atau rumah sakit. Tetapi sebelum anda melakukannya anda harus mendapatkan semua informasi yang diperlukan dari dokter atau petugas, kemudian anda harus menandatangani surat yang menandakan anda setuju dan mengerti hal yang akan dilakukan (informed consent). Yang penting adalah tes dilakukan secara sukarela oleh anda. Apa artinya bila hasil tes positif ? Hasil positif tidak berarti anda menderita AIDS. Hasil positif hanya menunjukkan adanya virus HIV pada tubuh anda. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda tentang hasil tersebut. Bagaimana melakukan tes HIV ? Ada beberapa macam tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa HIV, antara lain : Tes antibodi HIV (HIV antibody test) contohnya ELISA (enzyme-linked immunoabsorbent) antibody test atau EIA (enzyme immunoassay). Tes ini paling tepat untuk mendiagnosis HIV pada dewasa. Tes ini murah dan sangat akurat. Tes ini sebaiknya dilakukan 6-12 minggu setelah anda terpapar dengan virus, tetapi karena ada window period, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan antibody dalam tubuh, maka bila hasil tes negative, sebaiknya anda mengulang kembali 3 bulan kemudian. Bila hasilnya positif anda dapat mengulang tes dengan HIV-1 Western blot or immunofluorescence assay (IFA) untuk keakuratan hampir 100%, hanya saja kedua tes ini mahal tetapi merupakan golden standar di berbagai Negara. Tes ini bekerja dengan mendeteksi antibody yang dihasilkan oleh tubuh untuk melawan virus HIV. Oleh karena itu tes ini tidak dapat dilakukan pada bayi berumur < 1tahun karena hasilnya akan positif palsu. Tes antigen (P24 test). Tes ini bekerja dengan mengenali antigen atau benda asing, yang dalam hal ini adalah protein P24 yang dihasilkan HIV dalam tubuh. Tes ini dapat dilakukan segera setelah terinfeksi, tetapi karena sensitifitasnya  rendah, maka biasanya jarang digunakan sebagai alat diagnostic tetapi digunakan bersama dengan tes generasi keempat. Tes generasi keempat. Tes ini menggabungkan tes antibody HIV dan P24 test sehingga anda bisa mendapatan hasil lebih dini dan lebih akurat. Hanya saja cara ini belum dipakai di semua Negara. PCR test (Polymerase Chain Reaction test) biasa dikenal dengan viral load test atau HIV NAAT (nucleic acid amplification testing). Tes ini bekerja dengan mengenali material genetik yang dihasilkan oleh HIV sehingga tes ini dapat mendeteksi dalam waktu 2-3 minggu setelah terpapar virus dan akurat. Tes ini biasanya digunakan untuk bayi yang lahir dari ibu penderita HIV/AIDS. Karena bayi mendapatkan antibodi dari ibu termasuk antibodi terhadap HIV maka bila dilakukan tes antibodi HIV maka hasilnya akan positif palsu. Tes ini jarang digunakan sebagai alat diagnostik karena biaya yang mahal dan proses yang lebih rumit. Kelemahan dari tes-tes diatas adalah hasilnya baru keluar dalam hitungan hari hingga minggu. Rapid HIV test. Tes ini bekerja dengan cara yang sama dengan tes antibodi HIV, hanya saja hasilnya dapat diketahui dalam waktu 20 menit setelah dilakukan. Tes ini juga sebaiknya dilakukan 3 bulan setelah terpapar. Tes ini menggunakan darah atau air liur anda sebagai bahan. Bila hasilnya positif, maka anda harus melakukan tes ulang dengan tes antibodi HIV untuk hasil yang lebih akurat dan pasti. Tes ini banyak digunakan sebagai alat screening di negara luar. Bisakah saya melakukan tes HIV di rumah ? tes sendiri Saat ini di luar negeri terutama amerika serikat sedang diperkenalkan mengenai tes HIV yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Tes ini menggunakan bahan hapusan air liur dari bagian dalam bibir anda untuk kemudian dimasukkan dalam tabung lalu dilakukan penilaian dan hasilnya akan keluar dalam waktu 20-40 menit setelahnya. Tes ini sebaiknya dilakukan 3 bulan setelah anda terpapar. Cara kerjanya sama seperti saat anda mau mengetes kehamilan, hanya saja yang dinilai adalah antibodi terhadap HIV. Alat ini disebut OraQuick test. Alat ini diakui memiliki sensitifitas 99,3% dan spesifitas 99,8%, tetapi menurut penelitian lain, angka positif palsunya cukup  besar. Alat ini masih menjadi kontroversi seputar bolehkah diperjualbelikan secara luas, tetapi alat ini dijual dengan kisaran biaya $12 sampai $17, hanya saja anda mungkin harus memesan atau membeli di luar negeri. Sebaiknya sebelum anda melakukan tes, anda melakukan konseling dengan dokter atau tenaga sukarela yang terkait HIV/AIDS. Anda perlu mendapatkan informasi dan penjelasan menyeluruh agar dapat menghadapi apapun hasilnya nanti. Sumber : http://www.avert.org/testing.htm Alexi A. Wright, M.D., and Ingrid T. Katz, M.D., M.H.S. February 2006. Home Testing for HIV. Available at www.nejm.org