Akhir-akhir ini sudah menjadi trend bagi ibu-ibu muda untuk melahirkan dengan rasa sakit seminimal mungkin. Berbagai cara pun dilakukan lewat metode-metode baru seperti melahirkan lewat media air, hypnobirthing, metode Bradley, teknik Aleksander, Lamaze, dan tentu saja obat bius. Akhir-akhir ini bius epidural menjadi tren untuk melahirkan dengan sedikit rasa sakit, baik pada persalinan normal maupun persalinan Caesar. Metode Bradley menyarankan agar sang ibu melahirkan secara normal di hadapan pasangannya, melalui 12 minggu pertemuan dengan menyiapkan mental dan percaya diri. Ada juga teknik Aleksander dimana sang ibu diajari posisi tubuh yang tepat untuk mengurangi rasa sakit. Metode hypnobirthing menggunakan 12 jam pertemuan untuk menghilangkan rasa sakit dengan hypnosis diri sendiri. Lamaze mengajarkan olah nafas dan aktivitas seperti berjalan dan berganti-ganti posisi. Proses persalinan dapat dimulai tanpa tanda-tanda pendahuluan yang menyebabkan pemberian obat anestesi terkadang terpaksa diberikan saat perut pasien kenyang. Hal ini berujung pada muntah dan tersedak isi lambung yang dapat menyebabkan kematian. Menurut Berg dkk (2003), dari tahun 1991-1997 kematian ibu hamil di AS yang berhubungan dengan komplikasi pembiusan adalah sekitar 1,6%. Angka ini mengalami penurunan yang cukup berarti dibanding 20 tahun terakhir dikarenakan kecenderungan pemilihan bius lokal daripada bius total. Namun bukan berarti bius local bebas dari efek samping Karena dosis obat bius local yang berlebihan dapat mempengaruhi jantung dan saraf. Beberapa tanda keracunan obat bius antara lain: sakit kepala, pusing, telinga berdengung, rasa logam pada lidah atau rasa baal pada lidah, kejang otot, meracau, dan keadaan lain yang lebih parah. Data penelitian dari The American College of Obstetricians and Gynecologists menunjukkan bahwa anestesi epidural tidak terbukti melindungi dari stress setelah melahirkan pada persalinan normal. Namun begitu, bahwa konon anestesi epidural menyebabkan nyeri pinggang bagian bawah menahun setelah 1 tahun tidak terbukti juga. Mitos bahwa anestesi epidural meningkatkan risiko pada persalinan secara Caesar juga tidak terbukti secara klinis. Bahkan pemberian anestesi pada pembukaan kurang dari 4cm terbukti sangat meringankan rasa sakit selama persalinan, serta tidak mempercepat waktu operasi Caesar. Beberapa wanita akan malu atau merasa lemah bila meminta epidural pada awal proses kelahiran, namun ini tidak berhubungan dengan semakin lamanya proses persalinan atau makin besarnya kemungkinan dilakukannya Caesar. Studi terbaru dari Australia menyebutkan bahwa zat kimia dalam anestesi epidural mempengaruhi masa menyusui. Wanita yang disuntik epidural mengalami masalah dalam memberikan ASI seminggu setelah persalinan dan kebanyakan berhenti menyusui sebelum 6 bulan. Sumber: Obstetrics & Gynecology 1993;82:984-986 Anesthesia & Analgesia, Vol 85, 1066-1070 Northwestern Memorial Hospital, diunduh dari http://www.nmh.org/