Semakin lama kita hidup dalam era modern dan globalisasi, akan berdampak dengan semakin banyaknya pilihan dan promosi tempat untuk kita hiburan, makan dan menghabiskan akhir minggu. Perlahan namun pasti, hal ini juga membawa pengaruh luar biasa terhadap perubahan pola hidup  dan pola makan dalam hidup kita, masyarakat masa kini. Seiring dengan waktu, data prevalensi beberapa penyakit metabolik tertentu juga akan semakin meningkat. Tak terkecuali diabetes dan penyakit kronis lainnya. Hasil penelitian dari waktu ke waktu menunjukkan statistik yang semakin memburuk, terutama pergeseran prevalensi umur penderita penyakit seperti stroke, jantung,  dan terutama diabetes, yang dahulu terbanyak pada golongan usia tua namun, saat ini telah menjamur ke usia muda dan produktif. Asosiasi Diabetes Amerika melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan penderita Diabetes Melitus (DM) sekitar 2% dalam 10 tahun ini. Hal ini tentu saja membuka mata kita, baik sebagai pelayan kesehatan maupun masyarakat, untuk segera mencari strategi terbaik dan efektif untuk pengobatan, terutama juga pencegahan terhadap penyakit ini. Berita baik bagi penderita DM, cara baru dalam penerapan pola diet yg efektif dan membantu pengobatan serta pencegahan DM, telah ditemukan. Melalui penelitian yang dilakukan kerjasama antara dua universitas kedokteran terkemuka di Indonesia tahun 2009, bahwa air oksigen dapat meningkatkan proses penyembuhan subjek dengan diabetes Melitus. ( Med J Indones 2009; 18: 102-7 ). Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak dijual produk air minum dengan kandungan oksigen di beberapa negara termasuk Indonesia. Dan memang terbukti, dari hasil penelitian 108 pasien yang telah diteliti gula darahnya terdapat perubahan yang bermakna setelah mengkonsumsi air yang dioksigenasi dibandingkan yang tidak mengkonsumsi air tersebut.   Bagaimana hal itu bisa terjadi? Oksigen dan air merupakan elemen terpenting dalam tubuh kita. Tubuh kita terdiri atas 70 persen air. Tubuh kita mengeluarkan air melalui proses urinasi, keringat, dan juga pernafasan. Manusia bisa hidup tanpa makanan 7 minggu , tapi tidak bisa lebih dari 5 hari  hidup tanpa air. Ternyata Oksigen dalam air ini akan dapat membantu menurunkan zat radikal bebas dalam tubuh. Zat radikal bebas merupakan zat jahat yang dapat merusak jaringan tubuh, berperan dalam proses penuaan, penyakit degenerasi terutama degenerasi sel saraf  (stroke, demensia, Alzheimer), penyakit kronis salah satunya diabetes dan juga pemicu proses ‘ stress oksidasi’ yang terjadi didalam tubuh kita. Dengan mengkonsumsi air yang dioksigenasi, maka oksigen yang terkandung dalam air ini dapat membantu menurunkan proses stress oksidasi dalam tubuh. Dengan menurunnya proses ini, otomatis zat zat radikal bebas dalam tubuh kita akan berkurang juga. Pada penelitian yang telah dilakukan, perubahan yang bermakna terjadi setelah mengkonsumsi air oksigen delama 45 hingga 90 hari. Dalam penelitian ini pasien telah diperiksa secara menyeluruh pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lab, yaitu gula darah setelah dan sebelum makan, ureum, kreatinin, profil lemak, darah rutin, urinalisa, SGOT dan SGPT, serta rontgen dada. Setelah dilakukan pemeriksa secara menyeluruh ini terdapat perbaikan gula darah yang signifikan setelah konsumsi air oksigen. Selain konsumsi air oksigen, hasil dan penurunan gula darah terbaik diperoleh pada pasien yang juga teratur berolahraga setiap hari. Vitamin E juga terbukti mempunyai perngaruh yang efektif bagi kesehatan, terutama pada pasien muda. Antioksidan berupa Vitamin E dan C, mempunyai kemampuan untuk menurunkan efek radikal bebas. Sehingga orang yang mengkonsumsi antioksidan dapat menghambat penuaan, segar, dan sehat serta terhindar dari penyakit kronis metabolik, khususnya diabetes. Sumber : HS Yvonne et al. The Effect of oxygenated water in Diabetes Melllitus.  Medical Journal of Indonesia 2009; 18 : 102-7.