Sepertinya akan menjadi perdebatan tanpa akhir kalau bertanya kapan usia yang tepat untuk mulai berhubungan seks. Di usia 15 tahun? 17 tahun? 20 tahun? Yang penting setelah menikah? Bagaimana kalau wanita sudah menikah justru di usia sangat muda bahkan di usia balita seperti yang terjadi pada sebuah desa di India? (Kartini, Juni 2008, no. 2220) Berikut ini adalah sebuah tanggapan dari segi kesehatan. Masing-masing negara di dunia memiliki batas yang berbeda-beda untuk usia minimal menikah menurut undang-undang. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan budaya dan kebiasaan setempat. Di Indonesia, untuk perempuan batas minimalnya adalah 16 tahun. Yang pasti, semakin muda mulai berhubungan seks, akan memperbesar berbagai resiko sebagai berikut : 1. Kehamilan di usia muda Setiap hubungan intim memiliki kemungkinan terjadi kehamilan. Namun, apabila kehamilan terjadi di usia remaja (< 17 tahun), maka resiko terjadi gangguan kesehatan bagi ibu semakin besar. Hal ini disebabkan :
  • Pada remaja, kebutuhan protein lebih tinggi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Pada saat hamil, kebutuhan protein meningkat. Hal ini menyebabkan peningkatan kebutuhan protein yang sangat besar. Oleh karena itu, ibu hamil saat remaja gampang mengalami kekurangan protein.
  • Selama masa pertumbuhan, remaja memiliki tingkat kebutuhan kalsium yang tinggi, yaitu sebesar 1300 mg per hari untuk usia 9-18 tahun. Pada saat hamil dan menyusui, kebutuhan kalsium meningkat sebesar 1200 mg per hari. Artinya, ibu hamil saat remaja gampang mengalami kekurangan kalsium.
Kehamilan di usia muda tidak hanya membahayakan bagi ibu tapi juga bagi bayi. Umumnya bayi yang dilahirkan oleh ibu remaja (< 17 tahun) cenderung :
  • Lahir dengan berat badan rendah.
  • Lahir prematur.
  • Kemungkinan lahir hidup lebih rendah.
  2. Terkena penyakit menular seksual (PMS) Sebenarnya semua orang yang aktif secara seksual memiliki kemungkinan yang besar tertular penyakit ini. Namun, menurut beberapa penelitian berdasarkan American journal of Epidemiology, semakin muda seseorang mulai berhubungan seks, maka akan semakin banyak jumlah pasangan seks orang tersebut bila dibandingkan dengan orang mulai berhubungan seks di usia lebih tua. Dengan jumlah pasangan seks yang lebih banyak, maka:
  • semakin besar kemungkinan seseorang terkena penyakit kelamin seperti herpes, gonorrhea dan sifilis.
  • Semakin besar kemungkinan seseorang terkena penyakit yang menular melalui hubungan seks seperti AIDS
3. Kanker mulut rahim (kanker serviks) Wanita yang berhubungan seks sebelum usia 20 tahun dan memiliki pasangan seks lebih dari 2 orang memiliki kemungkinan yang lebih besar mengalami kanker serviks. Oleh karena itu, sebaiknya hubungan seks tidak mulai dilakukan saat remaja. DAFTAR PUSTAKA 1. National Resource Center, National Institute of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases. 2. Cunningham. F.G. Obstetri Williams edisi 21 volume 1. Jakarta : EGC. 2001 3. Copeland, L.J. Textbook of Gynecology. 2nd edition. Philadelphia : W.B. Saunders. 2000 4. Weiss, G.R. Clinical Oncology International edition. Connecticut: Appleton & Lange. 1993 5. McClure, N. Pregnancy and Birth. London: Century Publishing. 1984 6. American journal of Epidemiology