Tingkat libido setiap orang berbeda. Hal ini ditentukan terutama oleh kadar testosterone dalam tubuh. Berbagai hal dapat menyebabkan penurunan libido pada manusia. Penyebab tersering antara lain adanya gangguan kesehatan seperti diabetes mellitus, adanya gangguan organ seks, sampai adanya stress psikis. Banyak orang berpikir bahwa satu-satu cara untuk meningkatkan libido adalah melalui penggunaan "obat kuat". Padahal banyak cara yang lebih mudah dan tentunya lebih sehat dan aman untuk hal yang satu ini. Cara apa saja yang dapat dilakukan? 1. Olahraga Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga jenis aerobic, seperti berenang, jogging, dan bersepeda. Menurut Journal of the American Medical Association, olahraga aerobic yang dilakukan 15-30 menit setiap hari secara teratur terbukti menyehatkan tubuh dan dapat meningkatkan libido. Mengapa demikian?  Tujuan dilakukannya olahraga aerobik adalah
  • Memperlancar aliran darah ke organ-organ tubuh termaasuk bagian genital
  • Menurut penelitian, setelah berolahraga tubuh akan memproduksi lebih banyak endorphin (suatu jenis bahan peptide yang bekerja pada otak). Dengan kadar endorphin yang lebih tinggi, maka mood seseorang akan menjadi lebih baik.
  • Beberapa jam setelah olahraga aerobic, ditemukan peningkatan kadar testosteron (suatu hormon reproduksi). Menurut sebuah penelitian, pria dengan kadar testosterone yang lebih tinggi akan merasa lebih percaya diri dan merasa lebih sexy. Hal ini akan membentuk self body image yang baik. (menurut Journal of Human Sexuality)
  • Olahraga aerobic meningkatkan kemampuan jantung.
  • Olahraga aerobic dapat meningkatkan fleksibilitas otot-otot
Melihat tujuan dilakukannya olahraga aerobik, hal ini sangat menunjang peningkatan libido. Selain untuk peningkatan libido, menurut Annals of Internal Medicine, seorang pria yang melakukan aerobic secara rutin memiliki resiko lebih rendah 30% mengalami impotensi, dan bahkan setelah berusia 50 tahun mengalami ereksi penis yang lebih baik dibandingkan yang tidak olahraga aerobic. Tidak dianjurkan melakukan olahraga berat seperti angkat barbel, karena akan membuat tubuh sangat lelah sehingga akan menurunkan libido. Selain itu, ternyata beberapa jam setelah melakukan olahraga berat terjadi penurunan kadar testosteron. 2. Diet Konsumsi makanan tertentu ternyata dapat meningkatkan libido seseorang. Menurut Journal of the American Medical Association, makanan yang berkalori tinggi dan mengandung banyak lemak terbukti menurunkan libido. Seperti yang dikatakan pada awal artikel, libido seseorang dipengaruhi oleh kadar testosteron dalam tubuh. Menurut Journal of the American Medical Association, pembentukan testosteron terutama dipengaruhi oleh kadar zinc dan vitamin B. Memakan makanan yang memiliki kadar zinc dan vitamin B yang tinggi dapat membantu meningkatkan kadar testosteron sehingga dapat meningkatkan libido seseotang. Contoh diet :
  • Kacang-kacangan. kaya akan zinc dan vitamin B yang dapat membantu proses pembentukan testosteron
  • Kerang-kerangan/Oysters. Kaya akan zinc yang dapat membantu proses pembentukan testosteron.
  • Avocado. mengandung vitamin B6 yang membantu pembentukan testosteron. Selain itu avocado juga mengandung asam folat.
  • Cokelat. setelah mengkonsumsi cokelat, kadar endorphin dalam tubuh manusia akan meningkat sehingga mood menjadi lebih baik. Selain itu, cokelat juga meningkatkan kadar phenylethylamine and serotonin di otak. Keduanya dapat meningkatkan libido seseorang
  • Asparagus. mengandung vitamin E. Mempengaruhi pembentukan testosteron dan juga dapat berfungsi sebagai makanan yang mengandung anti-oksidan.
  • Pisang. mengandung mineral Kalium yang tinggi dan mengandung vitamin B seperti Riboflavin.
Usaha meningkatkan libido dengan berolahraga secara teratur dan konsumsi makanan sehat sangatlah dianjurkan. Cara ini tentu saja lebih sehat dan aman dibandingkan dengan mengkonsumsi obat tertentu yang tidak diresepkan dokter. Hindari mengkonsumsi berbagai obat kuat yang tidak diresepkan oleh dokter. Yang harus diperhatikan adalah penurunan libido yang disebabkan oleh adanya penyakit penyerta tertentu (seperti diabetes mellitus dan kanker) dan karena adanya suatu kelainan organ seksual tidak dapat diatasi hanya dengan olahraga aerobic secara teratur dan diet makanan. Hal ini memerlukan perawatan oleh dokter ahli.