88677_film__date_night__663_382Bila menjawab ya untuk pertanyaan 1 dan 7, maka ada kemungkinan menderita andropause /ADAM atau bila menjawab ya untuk empat pertanyaan atau lebih, selain pertanyaan 1 dan 7, juga dinyatakan positif dan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan hormonal. Kuesioner ini telah diujicobakan pada 316 laki-laki berusia 40-62 tahun dan dikorelasikan dengan kadar testosteron bioactive serum dan mempunyai sensitivitas 88% dan spesifisitas 60%. Perlu juga diingat bahwa biasanya pada usia lanjut, terdapat penyakit penyerta lain seperti kencing manis (diabetes melitus), hipertensi, obesitas (kegemukan), dislipidemia (peningkatan kadar lemak darah), hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat darah), stroke, penyakit jantung koroner, patah tulang (osteoporosis). Semua ini tentu saja membutuhkan penatalaksanaan klinis tersendiri. Telah banyak dilakukan penelitian terhadap terapi hormonal untuk mengatasi keluhan andropause pada laki-laki. Obat yang diberikan adalah hormon androgen untuk dapat memperbaiki keluhan-keluhan psikologis yang timbul pada laki-laki di usia andropause. Androgen juga dapat memperbaiki kemampuan seksual dari laki-laki tersebut dan sekaligus mencegah terjadinya penyakit jantung koroner dan keropos tulang. Sebelum mendapat terapi androgen tentu saja dibutuhkan suatu penapisan lebih dahulu, apakah betul betul sudah memerlukan tambahan hormon androgen atau belum yaitu dengan terlebih dahulu memeriksa kadar hormon testosteron darah. Karena beberapa orang ketakutan terhadap terapi hormonal androgen pada laki-laki karena adanya kemungkinan timbulnya kanker prostat. Untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan deteksi dini dengan pemeriksaan kadar Prostate Specific Antigen (PSA) dan perabaan melalui dubur (rectal examination) oleh dokter. Selain terapi hormonal androgen juga dibutuhkan pemberian multivitamin, seperti vitamin B,C, dan E dimana bermanfaat sebagai antioksidan, juga vitamin D3 yang dapat berperan terhadap pencegahan osteoporosis. Jangan lupa pemberian kalsium dengan dosis 800-1000 mg per hari dimana untuk pencegahan osteoporosis. Karena itu berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mengetahui apakah yang anda alami sudah mengalami sindroma andropause atau belum.