Pasangan Paruh BayajpgData di negara barat menyebutkan bahwa sindroma ini terjadi pada sekitar 15% pria berumur 40-60 tahun atau bahkan dimulai sekitar umur tigapuluhan (< 5%). Perubahan kadar hormon androgen yang terjadi pada laki-laki di usia lanjut tersebut sangat bervariasi dari satu individu ke individu lain dan biasanya tidak sampai menimbulkan gejala penekanan yang berat. Pada beberapa laki-laki sehat usia lanjut memang terbukti adanya kegagalan buah zakar (testis) primer yang diperlihatkan dengan adanya penurunan produksi sperma sehari-hari, penurunan kadar hormon testosteron total dan testosteron bebas. Hanya sebagian kecil laki-laki sehat usia lanjut yang memperlihatkan kegagalan buah zakar (testis) dengan jelas, dengan gambaran klinis sindroma andropause yang nyata disertai dengan kadar hormon testosteron total dibawah nilai normal. Pasien dengan gejala tersebut di atas bila tidak ada kontraindikasi dapat diberikan substitusi hormon testosteron. Tetapi dalam praktek sehari-hari kita lebih sering berhadapan dengan pasien laki-laki usia lanjut yang mempunyai kadar hormon testosteron sedikit menurun dengan gejala klinis yang tidak khas seperti: disfungsi ereksi, penurunan libido, kelemahan otot. Disini kita masih ragu dalam memberikan terapi substitusi hormon pengganti mengingat belum ada bukti yang cukup.