Seksualitas merupakan bagian besar dari kehidupan manusia. Bersama dengan cinta, kasih sayang, dan keintiman, seksualitas memegang peran penting didalam sebuah hubungan. Bahkan, seksualitas juga bisa menjadi penanda status kesehatan seseorang. Banyak dari kondisi atau penyakit yang membuat penderitanya tidak dapat melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, seksualitas juga mempunyai sisi buruk, seperti kemandulan, kehamilan tidak terencana, penyakit infeksi menular seksual, sampai kanker. Perilaku seksual didefinisikan oleh WHO sebagai berikut:
  • Kenikmatan hubungan seksual tanpa eksploitasi, penindasan atau pelecehan.
  • Aman pada kehamilan dan persalinan, dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Menghindari infeksi menular seksual, termasuk HIV.
Perilaku seksual yang tidak menyehatkan dapat menyebabkan penyimpangan terhadap definisi mana pun dari ketiganya. Konsekwensi dari perilaku seksual yang berisiko sangatlah rumit. Tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan, namun juga sosial. Tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan hubungan dengan orang sekitar kita. Mari kita lihat halaman berikutnya untuk mengetahui akibat buruk dari perilaku seksual yang berisiko atau tidak sehat. ¬† Kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan yang tidak diinginkan dapat menyebabkan pendidikan yang buruk dan kurangnya kesempatan sosial dan ekonomi bagi sang ibu remaja. Di kemudian harinya, keluarga ini akan lebih berisiko untuk mengalami permasalahan seperti broken home, sampai kemiskinan dan ketelantaran.   Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV) IMS merupakan penyakit yang menular melalui hubungan seksual. Penyebab IMS dapat berupa bakteri, virus, atau parasit. Ada lebih dari 20 jenis IMS, namun yang paling sering adalah infeksi chlamydia, gonorrhoea, herpes, HIV/AIDS, HPV, sifilis, dan trichomoniasis. IMS sering tidak memberikan gejala dan karena itu dapat menyebabkan penularan lebih lanjut. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi (infeksi oportunistik). HIV memiliki masa tanpa gejala yang panjang, yang dapat bervariasi antara beberapa tahun dan lebih dari 10 tahun. Hal ini membuat bahwa orang sering tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan sehingga dapat meningkatkan tingkat penularan.