Setiap wanita mempunyai hak-hak reproduksi yang harus dihormati yaitu: hak kehidupan seksual yang aman, hak kemampuan bereproduksi dan bebas memutuskan kapan dan bagaimana harus dilakukan, hak pilihan didalam mengatur kesuburan dengan tidak melawan hukum, hak mendapatkan informasi tentang keamanan, efektifitas, kemampuan dan penerimaan metode KB bagi suami-istri, hak menerima pelayanan kesehatan reproduksi yang sesuai sehingga wanita dapat aman untuk hamil dan melahirkan anak serta mendapat kesempatan yang baik untuk membuat bayi sehat. Salah satunya juga menghindari infeksi menular seksual. Infeksi Menular Seksual Di antara cakupan tersebut yang banyak dibicarakan dikalangan remaja dan dewasa muda adalah masalah penyakit menular seksual (PMS) atau sekarang lebih dikenal dengan infeksi menular seksual (IMS) dan bagaimana menjaga organ reproduksi yang aman. Sebanyak 60% dari infeksi menular seksual ini terjadi pada usia < 25 tahun dan 30% terjadi pada usia < 20 tahun. Antara usia 14-19 tahun lebih banyak pada anak perempuan dibandingkan laki-laki (2:1). Infeksi menular seksual adalah infeksi pada alat kelamin yang penularan utamanya terjadi melalui hubungan seksual baik melaui vagina, oral, dan anal. Beberapa IMS ini juga dapat ditularkan melalui jarum suntik bersama dari orang yang terinfeksi, bayi yang dilahirkan, maupun pada saat menyusui. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri (chancroid, chlamydia, gonorhoe, syphilis, granuloma inguinale), virus (HIV, HPV, virus hepatitis B, herpes simplex, molluscum contagiosum), jamur (tinea kruris, kandidiasis), parasit (skabies), ataupun protozoa (trikomoniasis). IMS ini dapat ditularkan melalui selaput lendir penis, vulva, rektum, saluran urin, mulut, tenggorokan, saluran pernapasan dan mata, juga infeksi dapat ditularkan lewat tinja (feces), urin, dan keringat. Banyak infeksi yang mudah ditularkan dari mulut ke genital atau dari genital kemulut dan menjadi lebih berat lagi dtularkan dari mulut ke mulut.Pada HIV cairan dari genital lebih banyak ditularkan oleh pathogen daripada melalui air liur (saliva). Beberapa infeksi menular seksual yang ditularkan lewat kontak kulit langsung adalah seperti herpes simpleks dan HPV (human papiloma virus) virus penyebab kanker serviks. Pada HIV dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya pada saat kehamilan, persalinan, dan pada saat menyusui.