Masa-masa remaja adalah masa yang penuh masa yang labil, karena di saat inilah terjadi perubahan yang drastis pada tubuh dan juga perkembangan rohaniah. Seharusnya, masa remaja ini merupakan masa transisi perubahan dari anak dan dewasa dan dilakukan dengan mulus. Tetapi, akhir-akhir ini dengan banyaknya informasi yang masuk, seringkali membingungkan remaja. hamil usia dini Oleh karena itu, redaksi Tanyadok.com ingin sekali lagi meluruskan beberapa mitos yang kerap beredar di kalangan remaja, terutama mengenai kesehatan reproduksi atau seksualita. Jika ada pertanyaan yang belum tertera, jangan malu bertanya kepada kami ya. :) Mitos: Semua remaja toh sudah melakukan seks pranikah! Fakta: Tidak! Jangan tergoda dengan pernyataan di atas. Memang dalam data statistika, terutama di daerah perkotaan angka kejadian seks pranikah semakin meningkat. Namun kamu perlu tahu efek buruknya bagi kesehatan jiwa dan raga. Salah satunya bisa kamu simak di artikel: "Seks Bebas? Pikir-Pikir Lagi!" Mitos: Melakukan seks saat dewasa itu malu-maluin dan tidak gaul. Fakta: Justru kamu perlu mempertahankan abstinensia (bertahan untuk tidak melakukan) terhadap seks bebas sampai hubungan kamu sah secara hukum dan agama. Mitos: Laki-laki selalu siap untuk melakukan hubungan seksual. Fakta: Tidak benar! Walaupun pikiran laki-laki rentan terhadap "seks", namun streotipe ini tidak benar. Faktanya 2 dari 3 laki-laki lebih menginginkan hubungan atau relasi yang baik dibandingkan hanya semata-mata seks. Jadi, kita pun perlu menjaga diri dengan baik. Mitos: Perempuan tidak pernah menekan laki-laki untuk melakukan hubungan seksual. Fakta: Memang, seperti yang kita baca di harian atau surat kabar, seringkali ada pria yang memaksa hubungan seks pada perempuan. Namun perempuan pun memiliki ketertarikan seksual juga dan tidak menutup kemungkinan untuk sebaliknya. Mitos: Saya tidak akan hamil pada hubungan seks pertama. Fakta: Jika kamu sedang dalam masa ovulasi, sebenarnya tidak ada hubungannya entah hubungan ke berapapun, kamu tetap bisa hamil. Kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Jadi walaupun kali pertama, sel sperma tetap memiliki peluang bertemu bila sel telur berovulasi. Mitos: Perempuan tidak dapat hamil selama periode haid. Fakta: Memang peluangnya lebih kecil, tetapi jangan lupa bahwa sel sperma dalam vagina dapat hidup beberapa hari. Dan terkadang ada variasi normal dalam masa ovulasi yang tidak dapat ditebak. Jadi, tetap lebih baik mencegah bukan? Mitos: Perempuan tidak akan hamil jika melakukan hubungan seks di kolam berair, jika vagina segera dibasuh setelah berhubungan, jika perempuan segera meloncat-loncat setelah hubungan atau jika penis segera dikeluarkan dari vagina sesaat sebelum ejakulasi. Fakta: Hubungan seks di kolam berair tidak mencegah pertemuan sel sperma dan sel telur, begitu pula dengan membasuh vagina setelah berhubungan dan gerakan meloncat-loncat. Walaupun ejakulasi dilakukan sesegera setelah penetrasi, kita perlu mengingat bahwa ada cairan pre-ejakulat (air mazi) yang mungkin saja mengandung sel sperma, yang tetap dapat memberi peluang terjadinya kehamilan. Mitos: Saya tak mau hamil, jadi saya memakai kontrasepsi saja. Fakta: Tidak benar. Walaupun penggunaan kontrasepsi tidak memberi tingkat efektif 100%. Namun satu-satunya cara yang 100% tidak akan membuat hamil adalah abstinensia (tidak melakukan hubungan). Mitos: Masturbasi membuat kemandulan. Fakta: Selama masturbasi dilakukan dengan cara yang tidak mencederai organ kelamin maka tidak ada masalah kemandulan. Namun tindakan ini perlu disesuaikan dengan norma dan ketentuan agama yang kamu anut. Disarikan dari berbagai sumber.