kiss AIDS AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah retrovirus (suatu golongan virus) yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia, terutama CD4-T cell dan macrophage (komponen vital dari sistem kekebalan tubuh) dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Hilangnya atau berkurangnya sistem kekebalan / daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. Jadi, virus ini bukan sumber infeksi atau penyakitnya sendiri. Oleh karena itu, kebanyakan pasien AIDS meninggal dunia akibat pneumonia atau penyakit infeksi lainnya, bukan karena HIV, di mana keadaan tubuh penderita sudah tidak mampu lagi melawan penyakit tersebut. Yang harus diingat adalah HIV positif bukan berarti AIDS, AIDS terjadi bila seluruh sistem kekebalan tubuh sudah rusak. Ketika tubuh manusia terkena virus HIV, maka orang yang terinfeksi HIV tersebut tidak langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan sesuai dengan perjalanan perusakan sistem kekebalan tubuh yang juga bertahap. Sehingga, dapat dikatakan, AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV. Kasus pertama AIDS di dunia dilaporkan pada tahun 1981. Virus penyebab AIDS diidentifikasi oleh Luc Montagnier pada tahun 1983 yang pada waktu itu diberi nama LAV (lymphadenopathy virus) sedangkan Robert Gallo menemukan virus penyebab AIDS pada tahun 1984 yang saat itu dinamakan HTLV-III. Akan tetapi, dari beberapa literatur sebelumnya telah ditemukan kasus yang cocok dengan definisi surveilans AIDS pada tahun 1950 dan 1960-an di Amerika Serikat. Kasus pertama AIDS di Indonesia dilaporkan secara resmi oleh Departemen Kesehatan tahun 1987, yaitu pada seorang warga negara Belanda di Bali. Kasus kedua infeksi HIV ditemukan pada bulan Maret 1986 di RS Cipto Mangunkusumo. Dalam tubuh orang yang terinfeksi HIV, partikel virus bergabung dengan DNA sel pasien, sehingga satu kali seseorang terinfeksi HIV, seumur hidup ia akan tetap terinfeksi. Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa dari semua orang yang terinfeksi HIV, sebagian berkembang masuk tahap AIDS pada 3 tahun pertama, 50% berkembang menjadi pasien AIDS sesudah 10 tahun, dan hampir semua orang yang terinfeksi HIV menunjukkan gejala AIDS sesudah 13 tahun, dan kemudian meninggal. Oleh karena itu, jagalah tubuh Anda dengan menghindari hal-hal yang mendukung penyebaran HIV. Infeksi HIV tidak akan langsung memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. Sebagian memperlihatkan gejala tidak khas pada infeksi HIV akut (3-6 minggu setelah terinfeksi). Gejala yang terjadi adalah demam, nyeri menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam / kemerahan, diare atau batuk. Setelah infeksi akut, dimulailah infeksi HIV asimptomatik (tanpa gejala). Meskipun tanpa gejala, secara bertahap sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi HIV akan memburuk. Masa tanpa gejala ini umumnya berlangsung selama 8-10 tahun. Tetapi ada sekelompok kecil orang yang perjalanan penyakitnya amat cepat, dapat hanya sekitar 2 tahun, dan ada pula yang perjalanannya lambat (non-progressor).