Kutil kelamin atau kondiloma akuminata adalah salah satu dari penyakit menular karena berhubungan badan. Tapi jangan remehkan penyakit satu ini karena selain berhubungan dengan timbulnya kanker serviks pada wanita, penyakit ini juga belum ada obatnya. Apa itu kutil kelamin ? Kutil kelamin atau kondiloma akuminata adalah penyakit infeksi virus yang menyerang kulit dan mukosa genitalia atau alat kelamin. Penyakit ini sudah dikenal sejak zaman yunani dan dapat menyerang pria maupun wanita. Apa penyebab dari kutil kelamin ? Virus penyebab kutil kelamin adalah Human Papilloma Virus (HPV). HPV sendiri dapat menyerang kulit saja yang biasa kita sebut kutil (telah dibahas di artikel lain) atau kulit kelamin yang akan dibahas disini. Virus ini memiliki 100-150 tipe dan tipe yang menyerang mukosa genitalia adalah tipe 6, 11, 16, dan 18. Kenapa sih penting membahas kutil kelamin ? HPV yang merupakan penyebab kutil kelamin terbukti berhubungan dengan perubahan keganasan pada kulit dan mukosa. HPV tipe 16 dan 18 berhubungan dengan timbulnya kanker leher rahim (serviks) pada wanita sedangkan tipe 6 dan 11 berhubungan dengan penyakit leher rahim yang jinak. Semakin muda usia wanita saat berhubungan seksual (< 25 tahun), semakin tinggi resiko perubahan menjadi keganasan. Pada pria HPV sering dikaitkan dengan karsinoma penis. Selain itu HPV juga dikaitkan dengan timbulnya kanker pada anus, rongga mulut dan vulva. Siapa yang beresiko terkena kutil kelamin ?
  • Pria atau wanita yang berhubungan intim tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan.
  • Anak yang lahir dari ibu dengan infeksi kutil kelamin.
  • Sedang mendapatkan terapi imunosupresif atau daya tahan tubuh yang rendah misalnya HIV/AIDS
  • Merokok
  • Menggunakan kontrasepsi oral
    Bagaimana penularan kutil kelamin ini ? Penularan yang utama adalah melalui kontak kulit saat berhubungan intim. Selain itu HPV dapat ditularkan dari ibu ke anak. Hal ini terjadi karena saat persalinan normal (per vaginam) terjadi, virus masuk ke saluran nafas bayi. Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan barang pribadi bersama misalnya pakaian dalam atau kontak secara tak langsung misalnya di toilet, hanya saja hal ini jarang terjadi. Apa gejala dari kutil kelamin ? Gejala yang timbul tidaklah langsung muncul setelah terinfeksi, tapi berlangsung perlahan-lahan dan progresif hingga timbul gejala. Lokasi timbulnya tergantung gaya hubungan badan anda, apakah yang genital, anal atau oral . Gejalanya adalah timbulnya papul atau nodul yang dapat muncul di perineum, alat kelamin, lipatan paha hingga anus. Ukuran bervariasi dari sangat kecil (1-3mm) hingga besar (seperti kembang kol), dan dapat berwarna sama dengan kulit atau putih keabu-abuan dengan permukaan kasar. Infeksi dapat meluas ke dalam vagina, serviks, saluran kemih dan sekitar rectum. Biasanya bila kutil bertambah besar akan timbul rasa sakit atau gatal atau terbakar, dan kadang perdarahan dapat terjadi. Bila anda melakukan bercinta oral, maka kutil ini dapat juga timbul di mukosa mulut dan rongga mulut dengan bentuk yang sama dengan di alat kelamin.

Bagaimana saya tahu terkena atau tidak ? Biasanya dari gambaran papul yang timbul sudah dapat didiagnosa. Tetapi anda dapat melakukan pemeriksaan biopsy histopatologi atau PCR untuk meyakinkan anda hanya saja biayanya mahal. Untuk wanita mungkin harus dilakukan pemeriksaan kolposkopi dan papsmear untuk melihat keadaan dalam vagina dan leher rahim anda.   Bagaimana pengobatannya ? Pengobatan saat ini hanya mampu menghilangkan kutil yang timbul di kulit, tetapi tidak menghilangkan virus yang ada di tubuh. Karena itu perlindungan diri dan daya tahan tubuh menjadi kunci utama untuk mencegah infeksi muncul kembali. Selain itu penting untuk mengobati pasangan anda juga, karena bila tidak dilakukan berbarengan, maka hanya akan menjadi penularan “pingpong” alias saling menularkan. Terapi yang tersedia untuk meghilangkan kutil yang timbul adalah : 1. Terapi topical. Obat biasanya diberikan dengan cara diolesi pada lesi yang timbul, hanya saja obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena berbahaya bagi janin. Contohnya :
  • Podophylin topical
  • Trichloroacetic atau bichloracetic acids
  • 5-Fluorouracil
  • Imiquimod
  • Bleomycin
2. Terapi operasi dengan cara :
  • Cyrotherapi, menggunakan Liquid nitrogen (gas) untuk menghancurkan kutil. Cara ini baik untuk ibu hamil.
  • Elekktrocauter. Menggunakan panas untuk menghancurkan kutil.
  • Operasi eksisi. Dengan pisau bedah mengangkat kutil.
  • Laser
Bagaimana mencegah kutil kelamin? Tentu saja cara yang paling tepat adalah berhubungan intim dengan pengaman (kondom) dan setia pada satu pasangan. Saat ini telah ada vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV. Vaksin ini melindungi dari HPV tipe 6, 11,16 dan 18 dan diberikan sebanyak 3 kali dengan pemberian kedua pada bulan ke-2 dan ketiga pada bulan ke-6. Vaksin dapat diberikan pada laki-laki dan perempuan dari usia 9 tahun hingga maksimal 26 tahun.   Apakah bila pernah terinfeksi HPV boleh hamil ? Tentu saja boleh hanya saja biasanya selama kehamilan infeksi akan kambuh kembali sehingga anda harus lebih waspada. Lagipula sebaiknya persalinan dilakukan secara sectio Caesar bila kondisi tidak memungkinkan (infeksi sedang aktif saat persalinan). Tips untuk anda :
  • Gunakan kondom selalu, kalau bisa kondom berbahan latex
  • Jangan menggaruk atau menyentuh kutil
  • Jangan gunakan obat kutil kulit untuk kutil kelamin
  • Jangan berhubungan intim selama anda sedang dalam pengobatan
  • Gunakan kontrasepsi selain pil
Perlu diingat bahwa kutil tak dapat disembuhkan, jadi walaupun kutil tidak muncul tetapi virus tetap ada, karena itu perlindungan terhadap infeksi penting untuk anda dan pasangan anda. Sumber : Jonathan S. Berek. 2002. Novak's Gynecology. Lippincott Williams & Wilkins Irwin M. Freedberg. 2003. Fitzpatrick's Dermatology In General Medicine 6th edition. McGraw-Hill Professional http://www.skinsight.com/adult/condylomaAcuminatumGenitalWart.htm http://www.drugs.com/cg/condyloma-acuminata.html