Porn Addiction atau kecanduan pornografi merupakan topik yang cukup hangat dibicarakan sekarang ini. Semakin mudahnya akses internet untuk mendapatkan hal-hal berbau porno, baik berupa gambar, cerita ataupun video porno menambah banyaknya kejadian ini. Kecanduan pornografi ini bisa terjadi pada siapa saja, bisa pada laki-laki ataupun perempuan. Walaupun pornografi identik dengan kaum adam tetapi banyak juga perempuan yang diam-diam sering mengakses hal-hal berhubungan dengan pornografi. Kecanduan pornografi juga bisa menyerang beragam umur, baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang yang berusia lanjut. Sehingga, tidak jarang banyak kejadian kriminal yang pelakunya beralasan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan menikmati hal-hal berbau porno. Jadi, tidak ada salahnya jika kita mengupas tentang kecanduan pornografi di kesempatan kali ini.   Apa itu kecanduan pornografi? Berdasarkan penjelasan dari staf ahli Menteri Kesehatan Bidang Mediko Legal dr. Faiq Bahfen, kecanduan pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal - hal yang merangsang nafsu seksual dan mereka tidak sanggup menghentikannya. Hal ini dapat merusak kesehatan otak dan kehidupan seseorang.   Bagaimana ciri kecanduan pornografi? Tidak dapat dipungkiri ketika kita mulai terjebak dengan pornografi, ada dorongan untuk mencari pemuasan baik dengan cara menonton film porno, memperhatikan gambar porno, menyimak cerita porno dengan intensitas semakin sering. Menurut psikolog dari Universitas Pennsylvania, Mary Anne Laden, PhD salah satu ciri kecanduan hal ini sama seperti kecanduan obat-obatan yakni dibutuhkannya dosis lebih tinggi untuk mencapai kepuasan yang sama ketika mereka pertama kali mencobanya. Psikolog ini mengatakan dibutuhkannya rangsangan yang lebih dan lebih lagi untuk mendapatkan pengalaman yang sama ketika seseorang kecanduan pornografi. ”Kebanyakan pecandu mengatakan, mereka akan mencari sesuatu hal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, seperti seks dengan anak-anak, seks dengan binatang bahkan seks yang menggunakan benda-benda seperti feces,” tuturnya. Yang memperparah kondisi ini adalah jika pada pecandu obat-obatan, mereka harus berusaha lebih keras untuk memperoleh apa yang mereka mau dikarenakan obat-obat tersebut ilegal, hal ini berbeda pada kecanduan pornografi. Sekarang ini, ada sekitar 420 juta website dewasa yang gampang sekali diakses oleh siapa pun, sehingga anak-anak juga dapat menjadi pecandu pornografi sekarang ini.   Apa saja dampak dari kecanduan pornografi? Menurut Louanne Cole Weston, PhD beberapa orang memiliki fantasi seks yang tidak dapat diwujudkan di hidup nyata mereka, dengan pornografi kekosongan tersebut dirasakan dapat “terisi”. Sebagai contoh, ada partner seks yang tidak mau melakukan oral seks, dengan pornografi seseorang dapat seolah-olah menikmati hal tersebut secara visual. Apabila hal ini diteruskan, suatu saat seks secara nyata tidak dibutuhkan lagi sehingga akan mengurangi keintiman dengan pasangan. Sedangkan dokter bedah syaraf Donald Hilton mengatakan bahwa kecanduan pornografi merusak lima bagian otak yang berperan dalam mengontrol perilaku, sehingga menimbulkan perbuatan berulang -ulang terhadap pemuasan seksual. Pornografi yang dijejalkan terus menerus pada akhirnya menyebabkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu. Penyusutan jaringan otak tersebut mengakibatkan kacaunya kerja neurotransmitter sehingga pengiriman pesan pada otak pun terganggu. Secara berkepanjangan orang yang kecanduan akan sulit mengontrol perilakunya, berkurangnya rasa tanggung jawab, dan gangguan memori. Kesulitan mengontrol perilaku ini bukan tidak mungkin menyebabkan depresi pada pecandu. Kesulitan berkonsentrasi saat belajar serta beraktivitas menngakibatkan sedikitnya produktivitas dalam kehidupan sehari-hari dapat dialami oleh para pecandu. Pada anak-anak dapat menyebabkan mendorong anak untuk melakukan tindakan seksual, membentuk nilai, sikap dan perilaku negatif misalnya saat dewasa memandang perempuan sebagai objek seksual, memandang seks bebas sebagai hal wajar, dapat mendorong melakukan pemerkosaan bahkan kecenderungan mengidap penyimpangan seksual.   Sebagai informasi materi pornografi yang diterima secara visual apabila telah terekam di otak, maka materi atau image porno tersebut akan terus berada di dalam otak. Kecanduan pornografi merupakan kecanduan yang sukar dideteksi dibanding kecanduan obat-obatan namun dampak yang ditimbulkan jauh lebih buruk. Oleh karena itu, perlunya kesadaran dan pengawasan dari semua kalangan agar terhindar dari dampak buruk pornografi.   Sumber : Antara News. Linda Amalia: Adiksi Pornografi Ancam Generasi Muda. Antara News; 2012. Accessed at June 4, 2012.  Available at http://www.antaranews.com/print/1285589594 Down M. Is Pornography Addictive? WebMD; 2012. Accessed at June 4, 2012.  Available at http://men.webmd.com/guide/is-pornography-addictive?page=1