Tabir surya / sunscreen merupakan produk perlindungan terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Sunscreen umumnya merupakan kombinasi dari bahan kimia organik dan anorganik yang diformulasikan secara khusus untuk menyaring paparan sinar ultraviolet matahari, sehingga tidak seluruh sinar UV tersebut dapat berpenetrasi ke dalam kulit kita yang berpotensi terkena penyakit kanker kulit. Tahukah anda, bahwa sinar ultraviolet matahari mempunyai spektrum panjang gelombang antara 100-400nm, yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu UV A, UV B, dan UV C, dan masing-masing kelompok ini mempunyai efek yang berbeda apabila berpenetrasi ke dalam kulit kita secara berlebih.
  •  UV A (panjang gelombang 320-400nm), merupakan komposisi terbesar pada pancaran sinar matahari dengan jumlahnya yang diperkirakan mencapai 90% dari total radiasi. Sinar UV A ini dapat berpenetrasi ke dalam kulit hingga lapisan dermis (lapisan kulit tengah) serta menghasilkan radikal bebas dan menyebabkan kerusakan struktur kolagen kulit sehingga dapat menimbulkan penuaan dini pada jaringan kulit kita.
  •  UV B (panjang gelombang 280-320 nm), yaitu dengan jumlah 10% dari total pancaran ultraviolet sinar matahari, dapat berpenetrasi pada lapisan epidermis (lapisan paling luar kulit). Sinar UV B inilah yang paling banyak menyebabkan eritema (sun burns), hingga meningkatkan resiko kanker kulit. Namun pada kadar yang rendah, UV B ini berperan dalam pembentukan vitamin D3 (cholecalciterol) di tubuh kita.
  • UV C (panjang gelombang 100-280 nm). Sinar UV ini secara sempurna terserap di lapisan atmosfer bumi.
Harus diperhatikan saat kita memilih produk tabir surya, bahwa produk yang terbaik saat ini adalah produk tabir surya yang mempunyai perlindungan dari sinar UV A dan UV B. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh COLIPA International menyatakan bahwa potensi terjadinya kerusakan kulit yang disebabkan oleh radiasi sinar UV berbanding terbalik dengan panjangnya gelombang sinar UV tersebut. Sinar UV dengan gelombang 280 nm mempunyai 1000 kali potensi kerusakan kulit dibandingkan dengan gelombang 340 nm. Oleh karena itu kemampuan proteksi dari sinar UV B pada produk tabir surya memegang peranan penting untuk menghindari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Pada produk-produk tabir surya juga sebagian besar mencantumkan angka SPF.  Tapi tahukah anda apakah SPF itu sebenarnya? SPF yang sering dicantumkan pada kemasan produk tabir surya, merupakan singkatan dari Sun Protection Factor, yaitu index keefektifan dari produk tabir surya tersebut untuk memproteksi kulit dari timbulnya eritema / sunburn akibat paparan sinar ultra violet. Lamanya proteksi dari produk tabir surya tersebut pada masing-masing orang berbeda, tergantung pada tingkat ketahanan alami kulit tiap orang untuk terpapar sinar matahari hingga timbul kemerahan/sunburn. Pertahanan alami kulit tersebut antara lain, banyaknya kandungan melanin pada kulit, serta rambut pada kulit. Semakin tinggi angka SPF, maka semakin efektif pula produk tabir surya tersebut untuk memproteksi kulit kita. Lama maksimum paparan UV hingga timbul eritema = (lama ketahanan alami kulit hingga timbul eritema min) x (angka SPF)