Spa vagina atau dikenal juga dengan vaginal steam atau feminine spa memang cukup marak akhir-akhir ini. Perawatan ini biasanya ditawarkan oleh tempat perawatan wanita dan kecantikan. Namun ternyata penggunaan vaginal steam ini sudah dimulai sejak zaman dulu. Bahkan suku Maya menamakannya Bajoes (ba-hoes), orang Korea menamakannya Chai-yok dan orang Jawa menyebutnya Ratus spa.

Pada jaman dahulu Ratus telah dikenal di daerah kekuasaan kerajaan Jawa dan dipakai oleh para puteri kerajaan untuk menjaga dan merawat organ intim mereka. Saat ini, perawatan spa vagina ini mulai kembali marak diminati para wanita. Menurut para praktisi perawatan kewanitaan, Ratus spa adalah suatu bentuk perawatan tubuh yang memfokuskan pada perawatan organ intim wanita. Proses perawatan dengan menggunakan ratus spa ada dua macam, dengan penguapan maupun pengasapan. Biasanya perawatan spa vagina ini dilakukan dengan menggunakan uap yang beraroma tanaman kering. Tanaman kering ini diyakini memiliki manfaat yang berbeda tergantung dari jenis tanaman yang digunakan. Hal ini sesuai dengan keadaan di daerah Asia yang masih menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai obat tradisional.

Baik spa vagina dengan penguapan maupun pengasapan diyakini mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mengurangi keputihan, menyeimbangankan kelembaban, sebagai antiseptik, peningkat gairah seksual, menghilangkan bau badan, dan bau tak sedap dari organ intim. Bahkan beberapa praktisi dapat meyakinkan bahwa vaginal steam atau spa vagina dapat membersihkan vagina hingga ke rahim, seperti membersihkan sisa-sisa darah haid yang tertinggal, dapat menurunkan intensitas nyeri saat haid, hingga dapat membantu kesuburan atau fertilitas wanita. Namun,hal ini belum diteliti secara ilmiah.   Sedangkan, untuk wanita dalam kondisi hamil, wanita dengan perdarahan  atau haid yang banyak, memiliki infeksi akut pada daerah kewanitaan, ataupun memiliki luka terbuka di daerah vagina tidak dianjurkan melakukan perawatan ini.

Mari kita lihat lebih mendalam mengenai Spa Vagina dari sisi medis.