Memasuki usia pubertas banyak perubahan yang terjadi pada tubuh kita, salah satunya adalah peningkatan jumlah rambut tubuh. Beberapa orang yang tidak mempermasalahkan timbulnya rambut-rambut yang semakin banyak tersebut dan membiarkannya. Namun ada juga yang merasa bahwa adanya rambut pada area tertentu sangat mengganggu sehingga menggunakan berbagai cara untuk menghilangkannya. Proses menghilangkan rambut tubuh disebut depilasi, dan cara yang digunakan antara lain : shaving, waxing, clipping, tweezing, dan laser. Untuk wanita daerah tubuh yang paling umum didepilasi adalah ketiak, kaki, alis, dan daerah kemaluan (pubis).

 Pada dasarnya rambut pubis yang tumbuh di sekitar organ vital mempunyai suatu alasan, yaitu untuk melindungi kulit sensitif dan juga selaput lendir yang ada di daerah intim kewanitaan. Dengan menghilangkan rambut daerah tersebut, secara otomatis akan melenyapkan perlindungan yang Anda miliki. Di lain sisi, rambut pubis yang lebat dapat membuat seorang wanita merasa kurang nyaman karena organ intim kewanitaannya terasa lembab.

Awalnya menghilangkan rambut pubis bertujuan untuk menjaga kebersihan atau menganut kebudayaan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu, menghilangkan rambut pubis bertujuan lain yakni untuk kepentingan dunia mode dimana trend pakaian renang dan pakaian dalam yang semakin seksi, serta untuk meningkatkan kepuasan seksual. Sekarang ini menghilangkan rambut pubis menjadi semakin umum dan banyak dilakukan terutama di kalangan remaja. Perlu kita ingat, semakin berkembangnya suatu trend, dalam hal ini trend menghilangkan rambut pubis, bukan berarti kita juga serta merta harus mengikutinya.

Cara menghilangkan rambut pubis yang paling banyak dilakukan adalah Shaving dan Brazilian Wax karena dengan kedua cara ini rambut pubis akan bersih “mulus”. Mari kita lihat satu persatu lebih mendalam dari sisi medis.

Shaving atau mencukur rambut pubis, berbeda dengan mencukur rambut pada daerah lain seperti ketiak atau kaki. Dalam mencukur rambut pubis dibutuhkan kesabaran dan perawatan yang lebih karena daerah pubis merupakan daerah yang sensitif. Keunggulan shaving adalah tidak sakit dan lebih personal karena dapat dilakukan sendiri.

Berikut langkah-langkah dalam melakukan shaving rambut pubis:

  1. Persiapkan alat dan bahan berikut : gunting yang tajam, alat cukur yang sekali pakai, krim shaving khusus wanita, baby oil, dan krim aloe vera. Tidak dianjurkan untuk menggunakan alat cukur listrik. Gunakanlah krim shaving khusus untuk wanita, jika tidak ada ada, gunakan krim shaving pria yang paling ringan dan tanpa parfum. Kandungan parfum dalam krim dapat menimbulkan iritasi. Baby oil berguna untuk mencegah timbulnya jerawat di daerah pubis dan krim aloe vera berguna untuk meredakan reaksi inflamasi kulit.
  2. Gunakan gunting untuk memotong rambut pubis sebanyak mungkin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mencukur lebih efektif.
  3. Hangatkan daerah pubis selama kurang lebih 3 menit dengan uap air hangat, untuk membuka pori-pori rambut pubis.
  4. Setelah itu keringkan dan tunggu beberapa menit, sehingga kondisi kulit kembali ke kondisi normal.
  5. Oleskan krim shaving yang sesuai dengan jenis kulit dan diamkan beberapa menit. Pada proses ini, tidak disarankan menggunakan sabun.
  6. Gunakan pisau cukur untuk mencukur rambut pubis. Mulailah mencukur sejajar dengan arah tumbuhnya rambut. Pisau cukur yang baik adalah pisau cukur yang dilengkapi dengan bantalan pelembab untuk mencegah kulit tergores.
  7. Pada saat mencukur, berikan tekanan seminimal mungkin pada kulit serta regangkan kulit dengan tangan yang lain.
  8. Setelah mencukur bersihkan daerah pubis dengan air hangat.
  9. Oleskan baby oil dan krim aloe vera.

Beberapa pendapat yang mengatakan bahwa setelah shaving, rambut pubis akan kembali tumbuh dengan lebih cepat dan kasar tidaklah benar karena pada dasarnya setiap orang memiliki kecepatan pertumbuhan rambut sendiri dan folikel rambut yang berbeda-beda dengan yang lain. Hal inilah yang menentukan kasar tidaknya rambut sehingga tidak ditentukan dari pencukuran.