Pernahkah terpikir oleh para Sobat bila Sobat harus mengalami operasi pengangkatan payudara? Apakah hal ini berarti Sobat tidak lagi berpayudara? Untuk para Sobat perempuan pastinya keadaan ini akan sangat menakutkan, karena perempuan pastinya identik dengan keindahan payudara. Tapi! Dengan pengembangan teknologi yang ada, Sobat bisa berlega hati karena ada teknik rekonstruksi payudara bagi Sobat perempuan yang harus melakukan mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Bagaimana rekonstruksi ini dilakukan ya? Yuk simak di artikel ini! Angka kejadian kanker semakin meningkat pada beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat yang menuntut kepraktisan dan menuntun kita menjadi banyak mengkonsumsi makanan serba instan yang identik dengan kandungan zat pengawet, pewarna, dan zat lain yang tidak alamiah. Salah satu kanker yang sering dialami oleh kaum wanita adalah kanker payudara, walaupun tidak menutup kemungkinan kanker ini juga mengenai kaum laki-laki. Saat ini, di Amerika Serikat sendiri kanker payudara terjadi pada setiap satu dari delapan orang wanita. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2011, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien kanker rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia (16,85%), diikuti kanker leher rahim di urutan kedua (11,78%). Selain itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2009 menunjukkan bahwa kanker payudara juga merupakan kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia dengan angka kejadian 26 per 100.000 wanita dan disusul kanker leher rahim dengan angka kejadian 16 per 100.000 wanita. Seiring dengan berkembangnya ilmu kedokteran, terapi kanker payudara pun berevolusi. Pilihan terapi tidak selalu berupa operasi pengangkatan payudara (mastektomi), tetapi dapat juga dengan hanya terapi radiasi yang tetap bergantung pada masing-masing kasus. Pasien yang telah menjalani operasi mastektomi akan membutuhkan rekonstruksi payudara. Terdapat beberapa cara rekonstruksi payudara yang dapat kita bagi menjadi 2 kelompok, yakni rekonstruksi berbasiskan implan dan rekonstruksi berbasiskan jaringan autologous (diambil dari tubuh pasien sendiri). Rekonstruksi payudara berbasiskan implan biasa dilakukan pada pasien yang menjalani operasi mastektomi dengan preservasi kulit, baik sebagian maupun seluruhnya (skin-sparing mastectomy) dan dengan menggunakan tissue expanderTissue expander adalah protese menyerupai implan yang hanya digunakan sementara untuk menjaga bentuk payudara yang telah dioperasi maupun meregangkan kulit payudara sisa operasi mastektomi. Hal ini nantinya bertujuan akan diganti dengan implan secara permanen.

 tissue expanders

Gambar 1. Tissue Expanders