Sembilan bulan kehamilan yang menakjubkan merupakan fase yang sangat spesial dalam mengukir sejarah kehidupan si buah hati. Agar janin yang dikandung sehat dan bayi lahir sehat, ibu hamil perlu merawat kehamilannya sejak awal dengan menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Pemantauan berkesinambungan saat kehamilan melalui pemeriksaan laboratorium yang dikenal dengan sebutan Prenatal Check Up juga sangat penting dilakukan. Prenatal Check Up merupakan tindakan antisipasif guna mengetahui sejak dini risiko yang mungkin muncul dan menganggu kesehatan ibu hamil yang dapat berakibat buruk pada perkembangan janin. Tujuan Prenatal Check Up adalah meningkatkan kualitas hidup sang calon ibu dan memastikan rencana perawatan yang diperlukan selama kehamilan serta pada saat persalinan.  

Kapan pemeriksaan Prenatal Check Up dilakukan?

Prenatal Check Up sebaiknya mulai dilakukan pada awal kehamilan yaitu trimester 1 (0-12 minggu) dengan jenis pemeriksaan yang dianjurkan yaitu:
  • Hematologi Rutin untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit/kelainan darah seperti anemia, thalassemia, leukemia, dan trombositopenia yang dapat mempengaruhi janin.
  • Urin Rutin untuk mendeteksi adanya gula dan protein di dalam urin yang dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, berat bayi lahir rendah, dan kematian janin.
  • Golongan Darah A, B, O dan Rhesus untuk mencegah ketidaksesuaian golongan darah pada saat transfusi dan mengetahui kemungkinan ketidaksesuaian rhesus yang dapat mengakibatkan kecacatan serta akibat fatal lainnya pada janin.
  • Glukosa Puasa dan 2 Jam PP untuk mendeteksi terjadinya diabetes gestasional (diabetes yang terjadi hanya pada masa kehamilan) yang dapat mengakibatkan kesulitan pada saat melahirkan, keguguran, dan risiko preeklampsia pada ibu, serta kecacatan dan berat badan berlebih pada janin.
  • HBsAg untuk mengetahui ada tidaknya infeksi oleh virus Hepatitis B pada ibu hamil yang berisiko ditularkan kepada janinnya.
  • TORCH untuk mengetahui status kekebalan terhadap infeksi parasit Toxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus, dan virus herpes tipe 2 yang dapat berakibat buruk pada kehamilan maupun janinnya.
  • VDRL/RPR untuk mengetahui infeksi sifilis yang dapat ditularkan ibu ke janinnya.
Jadi, jangan ragu-ragu lagi ya untuk melakukan Prenatal Check Up untuk kesehatan Anda dan juga calon buah hati yang pastinya sedang dinanti-nantikan.