Mendapatkan ASI merupakan hal dasar yang diperlukan bayi guna tumbuh kembangnya. ASI dapat memenuhi 100% kebutuhan bayi pada 6 bulan pertama (ASI eksklusif), 60-70% kebutuhan bayi pada usia 6 – 12 bulan, dan 30% kebutuhan bayi pada usia lebih dari 12 bulan. Pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Guna mencapai anjuran pemberian ASI tersebut, tentu dibutuhkan perhatian dan perawatan payudara ibu menyusui. Berikut beberapa bentuk perawatan diri yang dapat ibu menyusui lakukan. •Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama puting susu. •Menggunakan bra yang menyokong payudara. •Apabila puting susu lecet oleskan kolostrum atau ASI yang keluar pada sekitar pusing susu setiap kali selesai menyususi. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu yang tidak lecet. •ila timbul rasa nyeri yang mengganggu, ibu mungkin membutujkan obat perede nyeri yang jenisnya harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga medis agar tetap aman bagi bayi. Beberapa permasalahan pada payudara ibu menyusui yang sering dijumpai adalah: Breast engorgement/ Pembendungan ASI Hal ini menyebabkan rasa nyeri pada payudara karena ketidakseimbangan antara produksi ASI dan kebutuhan susu bayi. Rasa nyeri dan tidak nyaman yang ditimbulkan dapat menyebabkan ibu berhenti menyusui lebih awal karena dirasa mengganggu. Kondisi ini umumnya terjadi pada payudara ketika terjadi perubahan produksi dari kolostrum menjadi susu, biasanya 3 – 5 hari setelah melahirkan. Pada awalnya akan terjadi rasa penuh, pembengkakan, dan ketidaknyamanan di payudara. Dengan perawatan yang rutin, kondisi ini dapat berkurang dalam 10 hari. Beberapa cara untuk mencegah dan mengurangi gejala-gejala pembendungan ASI: •Susui bayi seawal dan sesering mungkin, sesuai keinginan bayi. •Lepaskan bra secara penuh sebelum mulai menyusui. •Keluarkan sebagian ASI sebelum menyusui untuk memperlunak puting dan dengan demikian membantu aliran ASI. •Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit sebelum menyusui. •Memijat/mengurut payudara sebelum atau selama menyusui. •Variasikan posisi menyusui. •Susukan bayi setiap 2 – 3 jam. Apabila tidak dapat mengisap seluruh ASI sisanya keluarkan dengan tangan. •Letakkan kain dingin (atau es dalam plastik yang dilapisi dengan kain) di payudara setelah menyusui. Sore Nipples/Puting Lecet Merupakan keluhan umum yang sering dijumpai oleh ibu menyusui. Biasanya keluhan ini tidak lebih dari 1 (satu) minggu. Penyebab kondisi ini salah satunya adalah teknik/posisi menyusui yang kurang tepat. Beberapa cara untuk meringankan kondisi ini: •Memberikan kain dingin (es dalam plastik dibungkus kain/handuk) setelah menyusui, atau dengan memberikan kain basah dan hangat sebelum menyusui. •Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui, dan oleskan ke puting payudara. •Membasahi puting dengan ASI setelah menyusui dan biarkan kering oleh karena udara terbuka. •Nyeri dapat dikurangi dengan menggunakan parasetamol 1 tablet setiap 4 – 6 jam. Mastitis/Peradangan Payudara Merupakan kondisi peradangan payudara yang ditandai dengan kondisi payudara yang kemerahan, membengkak, dan terkesan meradang serta kadang disertai dengan demam. Hal yang dapat dilakukan untuk kondisi ini adalah: •Istirahat. •Susui bayi sesering mungkin untuk mengosongkan payudara yang sakit. Meskipun ibu memiliki infeksi, ASI masih aman untuk bayi. •Lakukan perawatan sebagaimana pada breast engorgement. •Konsultasikan dengan dokter Anda karena pada kondisi tertentu dapat diperlukan antibiotik. Mari lakukan perawatan diri yang baik agar dapat memberi yang terbaik bagi buah hati. Selamat memberi asi eksklusif,Bunda! Referensi: Abdul Bari Saifudien et al.2002.Buku Panduan Praktis pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta Cunningham FG et al. 2001. Williams Obstetric 21st Ed. McGraw-Hill. New York. David Zieve. Breastfeeding-self-care.http://www.nlm.nih.gov/medilineplus/ency/article/002454.htm (diakses tanggal 4 dan 13 Agustus 2013) De Cherney AH dan Nathan L. 2003. Current Obstetric and Gynecologic Diagnosis and Treatment, 9th Ed.McGraw-Hill. New York Mayo Clinic Staff. Breast-feeding and Medications: What’s safe?. http://ww.mayoclinic.com/health/breasfeeding-and-medications/MY02043 (diakses tanggal 6 dan 13 Agustus 2013