Dahulu, ada mitos yang mengatakan bahwa penularan HPV   dapat melalui kontak dengan  tempat duduk kloset atau WC umum. Namun hal ini, ternyata  tidak tepat, karena penyebaran virus HPV terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit (skin to skin). Namun, apakah penyebaran HPV sepenuhnya hanya menyerang daerah genital? Mari kita mengenal HPV lebih jauh lagi. HPV atau dikenal dengan Human Papilloma Virus memiliki banyak jenis, sekitar lebih dari 120 jenis.  30% berhubungan dengan daerah genital, dan anus, 70 % berhubungan dengan area lain selain  daerah anus dan genital  Secara garis besar terbagi menjadi
  1. Infeksi pada daerah anogenital dan mukosa.
  2. Infeksi pada daerah non-anogenital cutaneous menyerang daerah kulit tangan maupun kaki yang sering dikenal dengan kutil / veruca vulgaris.namun tidak menimbulkan keganasan. Penyebarannya terjadi karena ada riwayat kontak dan sistem imunitas yang menurun.
  3. Epidermodysplasia verruciformis (EV) berhubungan dengan kelainan genetik.
Pada daerah anogenital (anus dan genital), terdapat virus HPV tipe 6 dan 11 yang memiliki resiko rendah berpotensi kearah kanker. Nama penyakit karena infeksi virus tipe 6 dan 11 disebut kondiloma akuminata atau kutil kelamin atau genital warts. Sedangkan virus tipe 16 dan 18 memiliki 70 % berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks. Seperti telah disebutkan di atas bahwa penyebaran HPV terjadi melalui hubungan seksual, dengan adanya kontak kulit atau membran mukosa dengan kulit yang terinfeksi HPV. Hal ini menyebabkan area yang terinfeksi tidak hanya bagian genital namun pada daerah anus dan oral pun dapat terjadi.   Hal ini tentunya sehubungan dengan cara melakukan hubungan seksual yaitu melalui anal sex dan oral sex. Berikut prevalensi terjadinya kanker karena HPV [1]
  • Anal cancer - 90%
  • Vulvar cancer - 40%
  • Vaginal cancer - 40%
  • Oropharyngeal cancer - 12%
  • Oral cancer - 3%