Kebiasaan mencuci vagina dengan cairan yang tidak tepat, dapat mengganggu kondisi alami daerah privat tersebut. Vagina kita mempunyai tingkat keasaman yang khusus, yaitu pH berkisar antara 3,8 - 4,2. Vagina kita pun telah ada bakteri baik yang hidup untuk menjaga kesehatannya. Bakteri baik ini hidup dalam tingkat keasaman tersebut. Jika pH kurang dari 3,8 maka akan tumbuh jamur, sedangkan di atas 4,2 akan tumbuh bakteri penyebab infeksi. Penggunaan cairan pencuci yang sembarangan dapat mengganggu keseimbangan ini.

Wanita dalam masa transisi menopause (perimenopause) juga dapat mengalami gatal-gatal pada daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen yang naik turun silih berganti. Ketika kadar estrogen menurun, dinding vagina akan menjadi lebih tipis dan kering, sehingga dapat menyebabkan gatal. Penipisan vagina juga terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

Kondisi-kondisi tersebut tentu saja dapat dicegah dengan menjaga kesehatan miss V. Kunjungilah dokter untuk mendapat terapi pengobatan infeksi. Hindari penggunaan bahan-bahan yang dapat membuat daerah kewanitaan Anda teriritasi atau alergi. Jagalah kebersihan vagina dengan menggunakan pencuci yang tepat. Sebenarnya, vagina secara alamiah akan memproduksi lendir yang berfungsi untuk menjaga kebersihan vagina. Untuk ketidakseimbangan hormon, lakukanlah konsultasi dengan dokter kandungan. Dan yang terakhir, hilangkan stress anda dengan membebaskan beban pikiran dari masalah dan berkonsultasi dengan psikiatri jika diperlukan.

Sumber:

  1. Fauci, Anthony S., et al. Harrison's Principles of Internal Medicine. 17th ed. United States: McGraw-Hill Professional, 2008.
  2. Melissa Conrad Stöppler MC. Vaginal Itching Symptoms. MedicineNet.com. Accessed on May 9th 2012. Available at: http://www.medicinenet.com/vaginal_itching/symptoms.htm.
  3. WebMD. http://women.webmd.com/vaginal-itching-burning-irritation