dr. Fera Ibrahim, MSc, Ph.D, SpMK(K)

Fera_ibrahim

Dr. Fera Ibrahim, MSc, Ph.D, SpMK(K) adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1986 yang kemudian melanjutkan pendidikan untuk mendapat beberapa diploma, magister/S2 dan doktor/S3 di Perancis untuk bidang ilmu Imunologi dan Mikrobiologi sejak tahun 1989 sampai awal tahun 1995. Pada tahun 2001, dr. Fera mendapatkan gelar dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dan sebagai konsultan Spesialis Mikrobiologi Klinik tahun 2009.

Dr. Fera bekerja sebagai staf pengajar dan peneliti di Departemen Mikrobiologi FKUI/RSCM, dan juga melakukan kegiatan klinik sebagai konsultan spesialis mikrobiologi klinik dan tim pengendalian Infeksi serta resistensi antibiotika di rumah sakit.

Selain itu, Dr.Fera juga aktif di bidang penelitian dan tergabung dalam konsorsium penelitian vaksin Influenza di Indonesia sebagai ketua/koordinator. Saat ini dr. Fera menjabat sebagai Kepala Departemen Mikrobiologi FKUI/RSCM dan Direktur bidang ilmiah Institut of Human Virology and Cancer Biology, University of Indonesia.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh dr. Fera Ibrahim antara lain :

  • Mahar Schutzenberger Prize dari AFIDES (Association Franco-Indonesia pour le Developpement Des Sciences) sebagai The Best Young Researcher of The Year 1995.
  • Peneliti Muda terbaik bidang Kedokteran dan Kesehatan Thn 1995-96 dari LIPI, Menegristek, Depdikbud dan TVRI.
  • Dosen Teladan I Universitas Indonesia
  • Dosen Teladan I tingkat Nasional RI Thn 1997
  • Serta tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 tahun.

Dr. Fera Ibrahim saat ini tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI), Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI), dan Asosiasi Biorisiko Indonesia (ABI) serta Asia-Pacific Biosafety Association (APBA).

Beliau berimpian agar di masa depan para pasien penyakit infeksi bisa dikelola lebih baik dalam kerja tim antara spesialis mikrobiologi klinik dan para ahli di bidang penyakit infeksi.

Beliau juga menekankan akan pentingnya kerjasama dan interaksi yang berkesinambungan antara tim laboratorium dan tim pelayanan pasien. Tapak perjalanan menuju cita-cita tersebut dimulai dengan memperbaiki edukasi dan pelayanan rumah sakit yang terkait penyakit-penyakit infeksi.