Dokter Maharani Bayu Handayani yang akrab dipanggil dr. Maharani adalah seorang konselor ASI yang aktif memberikan informasi dan menjawab pertanyaan kesehatan terutama seputar menyusui lewat media sosial khususnya twitter. Saat ini beliau sedang menyelesaikan pandidikan Magister Komunikasi di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Dokter yang saat ini sibuk menjadi seorang dokter umum, konselor ASI merangkap seorang istri dan ibu pertama kali mengenal internet saat media sosial friendster.com. Saat itu beliau masih menggunakannya untuk berteman dengan lebih banyak orang dan juga mencari bahan pelajaran. Dengan semakin berkembangnya media sosial saat ini, dr. Maharani memiliki ide untuk melakukan konseling ASI melalui media sosial. Akhirnya twitter melalui akun @DokterlaktASI menjadi pilihannya. Ketika ditanya apakah memiliki akun pribadi lainnya di twitter, ternyata beliau mengaku tidak memilikinya. “Yup, semoga bisa bermanfaat” tegasnya ketika ditanya apakah akun ini khusus untuk memberikan konseling ASI. Saat ditanya kenapa memilih media sosial untuk melakukan konseling  ASI, beliau menjawab, “Niatnya hidup bermanfaat saja buat orang lain. Daripada nge-tweet tidak jelas kenapa tidak share ilmu yang saya punya saja.” Berangkat dari sinilah beliau mulai melakukan konseling ASI. Niat yang pada akhirnya menjadi konselor ASI berawal dari keprihatinannya melihat data keberhasilan ASI di Indonesia yang kecil sekali dibandingkan negara maju. “Lalu pas mengalami jadi makin mengerti bagaimana kesulitan dan akhirnya saya serius belajar dan niatnya buat generASI maju bangsa.” Menurut beliau kegagalan terbanyak menyusui adalah kurangnya informasi yang didapat oleh para Ibu.  Hadirnya @DokterlaktASI, beliau berharap ASI semakin bisa diterima masyarakat dan kalangan profesional dan tercapainya keberhasilan ASI melalui informasi yang cukup, dukungan dan manajemen yang benar. Pada akhir wawancara, beliau berpesan, “Trus,berhubung akun-akun dokter itu banyak yang manage sendiri, kalau jawabnya butuh waktu, sabar ya. Karena ada keterbatasan dan aktifitas.” Sukses untuk dr. Maharani dan para konselor ASI dimanapun berada!