Penyembuhan pasien dengan tatalaksana gizi harus melalui pendekatan yang holistik. Begitulah prinsip yang dipegang dokter Lady Dhita ALfara, M.Gizi, SpGK. Menurutnya, gizi memiliki cakupan kesehatan yang luas dimulai sejak embrio (janin dalam kandungan), bayi, anak remaja, menjadi bapak atau ibu hingga orangtua. Dalam tata laksana asuhan gizi, tidak hanya melihat dari satu sisi saja, namun harus dilihat dari berbagai sisi. Dokter yang akrab dengan sapaan dr. Dhita ini sangat berkonsentrasi pada bidang gizi karena menurutnya dengan gizi, kita bisa memberikan edukasi pola hidup yang sehat sebagai angkah promotif cegah penyakit. Pendekatan obesitas contohnya, harus dilihat dari berbagai sisi mulai dari gaya hidup sebelum dan saat seseorang menjadi obesitas. Penanganan yang tepat dengan merubah perilaku dan manajemen diet yang benar, seseorang yang obesitas dapat mengembalikan bentuk badan seperti semula. Tak hanya mendapatkan ilmu dengan praktek di rumah sakit dan selama kuliah, beliau juga aktif meng-update ilmu dengan mengikuti berbagai seminar dan pelatihan tentang gizi. Gizi yang berhubungan dengan metabolisme dan obesitas menjadi menarik untuk dibahas karena melibatkan berbagai sisi dan pihak untuk mengatasinya. Obesitas ditentukan sejak masih kanak-kanak dan dapat dicetuskan dari faktor keturunan. Perubahan pola gaya hidup dengan tepat dan pendampingan gizi yang baik akan membantu menurunkan berat badan pada orang obesitas. Dokter yang juga moderator dalam acara The 2nd Jakarta Annual Meeting of Clinical Nutrition ini mengajak semua lapisan masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat dengan merubah pola makan dan melakukan aktivitas.