Pasti masih segar dalam ingatan kita tentang sang model berinisal NA yang menabrak 7 orang? Banyak orang yang menduga sang model mengalami gangguan jiwa alias gila, dalam pengaruh obat tertentu atau lain sebagainya. Sesi #DrTalk kali ini menghadirkan seorang psikiater yakni dr. Andri, Sp.KJ  untuk mengkonfirmasi mengenai hal ini.  

Diagnosis Gangguan Jiwa Tidak Semudah Itu

“Iya, banyak wartawan yang bertanya tentang model yang menabrak 7 orang itu, mereka kebanyakan bertanya tentang diagnosis model tersebut apa. Karena sebelum menabrak sempat dikabarkan bahwa ia mengatakan dirinya sedang depresi. Jadi banyak yang penasaran tentang hal tersebut,” sahut dr. Andri memulai sesi kami di pagi hari. Beliau melanjutkan bahwa diagnosis gangguan jiwa tidak bisa ditegakkan hanya dengan “tweet” atau berita media saja. Konfirmasi tentang hal ini harus dilakukan psikiater. “Sangat salah jika saya memastikan diagnosisnya hanya berdasarkan cerita orang lain saja.  Pasti atau tidaknya sang model mengalami gangguan jiwa biarkanlah Tim Psikiatri Kepolisian yang menjawab hal tersebut. Lagipula hasil pemeriksaan ‘kan bersifat rahasia,” sambung dokter lulusan FKUI ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan,”Banyak orang yang tanya kenapa sang model bisa sampai buka baju sambil nyetir. Apakah depresi bisa sampai begini. Lalu setelah itu, ada yang bilang bahwa ia mengalami halusinasi.” Bapak dari kedua buah hati kembar Dustin dan Dastan ini menyambung bahwa halusinasi dapat terjadi tidak hanya pada gangguan kejiwaan. “Halusinasi dapat terjadi pada banyak kondisi medis fisik dan jiwa. Seseorang yang menggunakan Sabu atau Ekstasi juga bisa. Bahkan infeksi Malaria dan Demam Berdarah beratpun bisa. Penting untuk memahami bahwa halusinasi itu bisa diakibatkan oleh banyak faktor baik kondisi medis, obat-obatan, trauma kepala atau hal lainnya. Jangan menyempitkan bahwa halusinasi itu cuma bisa dialami pasien jiwa skizofrenia yang suka dibilang gila,” sambung dokter yang juga sering menjadi pembicara di berbagai Kongres Kesehatan Jiwa ini.  

Gangguan Jiwa Tidak Hanya Gila

Menurut beliau saat ini masyarakat masih sulit membedakan stres, depresi, cemas, skizofrenia, atau penyakit jiwa lainnya. Itulah kenapa masyarakat membutuhkan informasi yang cukup. “Gangguan jiwa buka Cuma skizofrenia, banyak jenis gangguan jiwa lain. Bisa mengenai tua, muda, dari anak-anak sampai dengan lansia. Sayangnya memang topik gangguan jiwa yang paling disukai masyarakat memang lebih bermuatan “gosip” atau sesuatu yang heboh,”sambung salah satu pengajar Ilmu Kesehatan Jiwa di FK Universitas Swasta di Jakarta ini. Di akhir sesi #DrTalk beliau berpesan, “Gangguan jiwa itu banyak dan kita semua rentan mengalami jika tidak bisa adaptasi dengan lingkungan. Paling penting kenali diri kita sendiri! Jangan malu jika mengalami gangguan jiwa,segera cari pertolongan profesional yang memahami masalah ini dengan baik. Jangan tunda lagi.” Sukses terus untuk dr. Andri, Sp.KJ!