Dokter Dirga Sakti Rambe adalah seorang dokter yang memiliki ketertarikan terhadap imunologi. Akhirnya beliau diutus oleh FKUI untuk belajar ilmu vaksinologi di Italia. Beliau akan menjadi Dokter Ahli Vaksinologi pertama di Indonesia. Sesi #DrTalk kembali menghadirkan dokter-dokter yang aktif menggunakan sosial media untuk memberikan informasi seputar kesehatan. Kali ini sesi #DrTalk kehadiran salah seorang dokter yang aktif memberikan informasi seputar imunisasi dan vaksin melalui internet. Dokter yang sudah sejak lama mengenal internet ini, mulai menggunakannya sebagai ajang berteman melalui friendster.com. Saat ini dr. Dirga menggunakan twitter sebagai media pertemanan, berbagi informasi seputar politik, travelling dan yang paling sering adalah berbagi informasi kesehatan khususnya dunia imunologi. Selain akun twitter @dirgarambe, beliau juga aktif memberikan informasi seputar imunisasi dan vaksin di grup FB GeSaMun (Gerakan Sadar Imunisasi) dan web www.imunisasidewasa.com. Disela-sela kesibukannya melakukan penelitian dan bekerja, dokter yang masih berdomisili di Italia ini menyempatkan menjawab sekitar 50-an pertanyaan yang masuk setiap harinya ke berbagai media di internet seputar imunologi. Menurut beliau, masalah tantangan imunisasi yang terbesar di Indonesia adalah informasi. “Informasi yang diterima masyarakat tentang imunisasi lebih banyak yang tidak benar. Coba googling “imunisasi” atau “vaccine”, lebih banyak informasi sesat daripada yang benar. Ini adalah ulah gerakan antivaksi dan media yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya ketika ditanya mengenai masalah tentang imunisasi di Indonesia. Beliau melanjutkan lagi bahwa saat ini masyarakat Indonesia sudah melek teknologi. Sayangnya, tidak diiringi dengan kehati-hatian. “Belajarlah dari sumber yang benar, jangans emua orang didengar,” tambahnya. Menurutnya di Internet siapa saja bisa menulis apa saja. Sebagai pembaca yang cerdas, masyarakat harus perhatikan siapa yang menulis dan perhatikan kredibilitas website. Masyarakat Indonesia saat ini penggemar rumor dan hoax. Seketika dipercaya. Lalu ikut menyebarkan kemana-mana. Imunisasi selalu dikaitkan dengan isu-isu seperti konspirasi Yahudi, genosida, pelenyapan umat muslim, dan sebagainya. Berbagi informasi tentang imunologi melalui twittter bukannya tanpa tantangan. Beliau mengaku pernah terlibat “twitwar” dengan kelompok anti vaksin beberapa bulan lalu. “Seru, semua argumen antivaksin sudah kami patahkan. Gembongnya gembok akun twitter dan sekarang ganti nama,” tambahnya ketika ditanya seputar pengalaman menarik selama menggunakan akun twitter untuk berbagi informasi tentang imunologi. Dengan adanya informasi tentang imunologi yang tepat di Internet beliau berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar dari sumber-sumber yang kompeten. Pada akhir sesi #DrTalk, beliau berpesan beberapa hal penting untuk masyarakat Indonesia bahwa imunisasi aman dan sudah terbukti manfaatnya sehingga tidak perlu ragu. Imunisasi adalah hak anak. Orangtua yang tidak imunisasi anaknya, orangtua yang lalai. Selain itu imunisasi dilakukan di seluruh negara di dunia. Bukan hanya negara miskin. Lalu, biasakanlah berhati-hati dalam menerima informasi. Belajarlah dari sumber yang kompeten. Sukses untuk dr. Dirga. Semoga bisa membawa banyak ilmu dan pengalaman bagin perkembangan dunia kedokteran Indonesia!