SEMBELIT

Pengobatan Sembelit

Penderita sembelit perlu pengobatan sembelit secara menyeluruh untuk sedapat mungkin mengembalikan fungsi BAB yang normal termasuk mempertimbangkan penyebab sembelit dengan mengetahui gejala sembelit yang dirasakan. Pada pasien sembelit kronik yang tidak menunjukkan tanda alarm, usia <40 tahun, tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan colok dubur, dan diduga tidak ada konstipasi sekunder, terapi empirik dapat dimulai.

Terapi empirik terdiri dari terapi tanpa obat (modifikasi gaya hidup) dan pengobatan sembelit dengan menggunakan obat-obatan:

Terapi tanpa obat:

  1. Edukasi pengetahuan mengenai sembelit
  2. Meningkatkan konsumsi makanan berserat dan minum air yang cukup (minimal 30-50 cc/kgbb/hari untuk orang dewasa sehat dengan aktivitas normal)
  3. Mengkonsumsi probiotik (Bifadobacterium sp seperti Bifadobacterium animalis lactis DN-173.010, misalnya ACTIVIA)
  4. Meningkatkan aktivitas fisik
  5. Mengatur kebiasaaan BAB
  6. Menghindari mengejan
  7. Embiasakan BAB setelah makan atau waktu yang dianggap sesuai dan cukup
  8. Menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan sembelit

Pengobatan sembelit dengan menggunakan obat-obatan:

  1. Memperbesar dan melunakkan massa feses antara lain Cereal,, Methyl selulosa, Psillium, plantago ovata.
  2. Melunakkan dan melicinkan feses.

Pengobatan sembelit yang satu ini bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan feses sehingga mempermudah penyerapan air. Contohnya antara lain: Minyak kastor, golongan docusate.

  1. Golongan osmotic yang tidak diserap

Golongan ini cukup aman untuk digunakan, misalnya pada penderita gagal ginjal antara lain:

  • Saline laxative: magnesium hidroksida, sodium fosfat
  • Disakarida yang tak diserap : laktulosa
  • Sugar alcohol: sorbitol, manitol
  • Polyethylen glycol (PEG)
  1. Merangsang peristaltik

Pengobatan sembelit dengan obat ini dapat meningkatkan gerakan usus besar. Golongan ini yang banyak dipakai. Perlu diperhatikan bahwa pencahar golongan ini bila dipakai untuk jangka panjang dapat merusak pleksus mesenterikus (bagian dari sistem saraf antara lapisan otot logitudinal dan sirkular pada dinding saluran pencernaan) dan berakibat tidak adanya gerakan di usus besar. Contoh obatnya adalah Bisakodil (dulcolax), fenolptalein.

Bila dijumpai komplikasi sembelit yang berat dan tidak dapat diatasi dengan cara-cara di atas, mungkin dibutuhkan tindakan pembedahan. Misalnya kolekstomi (operasi untuk mengangkat sebagian usus besar) yang tidak total dengan anastomosis (hubungan antarpembuluh melalui saluran-saluran kolateral atau pembentukan suatu hubungan antara dua rongga atau organ yang normalnya terpisah akibat pembedahan, trauma, atau penyakit) ileorektal (ileum dan anus).

Prosedur ini dikerjakan pada konstipasi berat dengan massa transit yang lambat dan tidak diketahui penyebabnya serta tidak ada respons dengan pengobatan yang diberikan. Pada umumnya, bila tidak dijumpai sumbatan karena massa atau adanya volvulus (suatu kondisi medis yang ditandai dengan terpilinnya usus secara abnormal, yang menyebabkan penyumbatan dan buruknya aliran darah pada usus dan lebih sering terjadi pada kolon (usus besar)) maka tidak akan dilakukan pembedahan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...