PENYAKIT KUNING (IKTERUS)

Tanda & Gejala Penyakit Kuning

Mudah ternyata untuk mengetahui tentang gejala penyakit kuning atau ikterus, karena tanda yang terlihat adalah adanya perubahan warna menjadi kuning pada kulit serta bagian putih bola mata. Dapat pula terjadi perubahan warna teh pekat pada urin ataupun warna pucat pada tinja. Gejala lain yang menyertai tergantung dari penyebab penyakit kuning atau ikterus itu sendiri, apakah terjadi di pre-hepatik, intra-hepatik, atau post-hepatik. Ikterus yang terjadi pada intra maupun post-hepatik biasanya menimbulkan rasa gatal akibat sirkulasi biliribun terkonjugasi di dalam darah.

Ikterus Pre-hepatik

Penyebab penyakit kuning atau ikterus pre-hepatik ini adalah akibat pembentukan bilirubin berlebihan akibat pemecahan berlebihan pada sel darah merah, contohnya anemia hemolitik. Gejala penyakit kuning atau ikterus pre-hepatik tidak sedominan pada ikterus intra-hepatik/post-hepatik. Namun, ikterus pre-hepatik ini berbahaya dan dapat mematikan bila terjadi pada bayi baru lahir, lazimnya disebut kernikterus.

Ikterus Intra-hepatik

Terjadinya kerusakan sel hati pada ikterus intra-hepatik disebabkan antara lain oleh infeksi virus (hepatitis), sirosis hepatis (pengerasan hati), atau obat-obatan tertentu.

Gejala pada infeksi virus hepatitis akut umumnya demam ringan yang disertai rasa letih, capai, nyeri otot dan sendi, flu atau gangguan saluran napas atas, serta penurunan napsu makan. Nyeri perut kadang-kadang juga dikeluhkan namun, tetapi biasanya ringan dan terletak di bagian atas kanan atau di daerah ulu hati. Gejala penyakit kuning atau ikterus pada penyakit hepatitis muncul pada hari ke 5-10 saat muncul gejala pertama kali, tetapi dapat juga menyertai waktu yang sama saat terjadi gejala pertama kali.

Pemeriksaan laboratorium pada ikterus intra-hepatik ini biasanya menunjukkan peningkatan jumlah bilirubin direk maupun indirek, peningkatan bilirubin di urin, penurunan albumin, peningkatan alkali fosfatase, serta peningkatan enzim hati SGOT/SGPT.

Ikterus Post-hepatik atau Ikterus Obstruktif

Gejala penyakit kuning atau ikterus yang satu ini adalah terjadinya hambatan dalam pengeluaran bilirubin terkonjugasi pada ikterus post-hepatik. Ikterus jenis ini dapat disebabkan oleh batu saluran empedu, kanker saluran empedu, atresia biliaris, pankreatitis, dan kanker pankreas.

Penderita batu empedu biasanya asimptomatik (tidak ada gejala). Bila muncul gejala, pasien dapat mengalami nyeri biliaris, yaitu nyeri yang hilang timbul di ulu hati ataupun di perut kiri atas menembus ke tulang belikat kanan. Pada penderita dengan kanker saluran empedu maupun kanker pankreas, terlihat gejala ikterus yang terlihat jelas dan terjadi progresif (semakin lama makin memberat). Pada keganasan ini, umumnya terjadi penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Pemeriksaan laboratorium pada ikterus post-hepatik ini, terjadi peningkatan bilirubin direk maupun indirek, peningkatan bilirubin urin, albumin relatif tidak berubah, alkali fosfatase meningkat tinggi, tetapi enzim hati SGOT/SGPT hanya sedikit meningkat. Bayi baru terlihat ikterus apabila kadar bilirubin melebih 80 micromol/L. Ikterus cenderung dimulai pada daerah kepala dan wajah, kemudian menyebar ke badan dan anggota gerak.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...