PENYAKIT KUNING (IKTERUS)

Penyebab Penyakit Kuning

Sebagaimana diterangkan sebelumnya tentang penyakit kuning, penyebab penyakit kuning atau ikterus adalah akibat peningkatan bilirubin (hiperbilirubinemia), baik bilirubin direk (terkonjugasi) maupun indirek (tak-terkonjugasi).

Penyebab hiperbilirubinemia tak-terkonjugasi:

  • Peningkatan bilirubin (contoh, anemia hemolitik/anemia karena pemecahan sel darah merah berlebihan)
  • Gangguan penggunaan bilirubin (post-hepatitis, sindrom Gilbert, sindrom Crigler-Najjar)

Penyebab hiperbilirubinemia terkonjugasi:

  • Sindroma kolestasis yang diturunkan: sindrom Dubin-Johnson, sindrom Rotor
  • Gangguan hepatoseluler: kerusakan sel epitel kandung empedu atau sel hati (hepatitis, sirosis hepatis, sirosis biliaris, infeksi leptospira, limfoma)
  • Obstruksi/hambatan pada aliran empedu: batu empedu, atresia biliaris, kanker saluran empedu, pankreatitis, kanker pankreas)

Dengan kata lain, penyebab penyakit kuning atau ikterus dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu pre-hepatik (kelainan darah ataupun pemecahan bilirubin yang berlebihan), hepatik (gangguan hati, gangguan konjugasi bilirubin), dan post-hepatik (gangguan pengeluaran bilirubin, hambatan pengeluaran empedu).

Penyakit Kuning atau Ikterus Pada Bayi

Hampir 50% bayi baru lahir mengalami ikterus. Penyebab penyakit kuning atau ikterus yang menyerang bayi adalah karena:

  • Peningkatan pemeecahan jumlah hemoglobin (karena tingginya hemoglobin saat lahir)
  • Umur sel darah merah pada bayi baru lahir hanya 70 hari dibanding dewasa 120 hari
  • Metabolisme bilirubin pada bayi kurang efisien pada minggu pertama kehidupan

Sedangkan, penyebab penyakit kuning atau ikterus pada bayi baru lahir dikelompokkan berdasarkan usia saat terjadinya gejala ikterus, yaitu:

  1. Ikterus pada bayi usia kurang dari 24 jam

Ikterus atau penyakit kuning yang dimulai saat 24 jam pertama kelahiran biasanya disebabkan oleh pemecahan sel darah yang berlebihan (hemolisis). Contoh penyakit ini antara lain:

  1. Penyakit hemolisis rhesus: terjadi pada janin yang mendapat antibodi dari ibu yang bergolongan darah rhesus negatif.
  2. Inkompatibilitas ABO, dimana antibiodi ibu golongan darah O menembus plasenta dan menyebabkan hemolisis pada janin bergolongan darah A atau B.
  3. Defisiensi G6PD (glucose 6-phosphate dehidrogenase). Enzim G6PD ini menghambat reaksi oksidasi pada sel darah merah. Ketiadaaan enzim ini akan menyebabkan pemecahan sel darah merah yang berlebihan.
  1. Ikterus pada bayi usia 2 hari sampai 2 minggu
  • Ikterus fisiologis (normal): Peningkatan bilirubin ini disebabkan karena adaptasi dari bayi pada dunia luar. Istilah ini dipakai bila kemungkinan penyebab lain sudah disingkirkan.
  • Ikterus karena air susu ibu (ASI): ikterus karena ASI sangat umum terjadi pada bayi yang menyusu. Terjadi peningkatan bilirubin tak terkonjugasi. Penyebab ini multifaktor, tetapi mungkin dipengaruhi oleh sirkulasi enterohepatik yang meningkat.
    • Dehidrasi: Asupan susu yang sangat berkurang karena tertundanya proses menyusui dapat menyebabkan dehidrasi dan mencetuskan ikterus.
    • Infeksi: Terjadi peningkatan bilirubin tak terkonjugasi pada bayi yang mengalami infeksi (termasuk infeksi saluran kencing).
    • Penyebab lain: Polisitemia, sindroma Crigler-Najjar
  1. Ikterus pada bayi usia lebih dari 2 minggu

Kondisi di mana ikterus terjadi pada bayi usia lebih dari 2 minggu disebut juga ikterus neonatorum persisten/berkepanjangan.

Penyebab peningkatan bilirubin tak terkonjugasi yang berkepanjangan, yaitu:

  • Ikterus karena ASI (breast milk jaundice) pada 15% bayi sehat yang menyusu. Ikterus akan hilang secara perlahan sampai usia 4-5 minggu.
  • Infeksi, terutama infeksi saluran kemih
  • Hipotiroid kongenital/hipotiroid yang diturunkan

Penyebab peningkatan bilirubin terkonjugasi, yaitu sindrom hepatitis neonatus dan atresia billier (kegagalan pembentukan saluran empedu).

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...