PENYAKIT KUNING (IKTERUS)

Pencegahan Penyakit Kuning

Pencegahan penyakit kuning atau ikterus pada dasarnya adalah pencegahan terkena penyakit yang dapat menimbulkan ikterus, antara lain hepatitis, batu empedu, sirosis hepatis.

Hepatitis

Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A dapat dicegah penularannya dengan higienitas yang baik, cuci tangan sebelum makan, memasak makanan atau minuman hingga benar-benar matang. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi terhadap hepatitis A sebagai pencegahan. Pemberian vaksin ini melalui suntikan intramuskuler (dalam otot) dan diberi booster vaksin ulang 6-18 bulan kemudian.

Sedangkan hepatitis yang disebabkan virus hepatis B dan C dicegah dengan menghindari penggunaan jarum suntik bersama (seperti pemakai narkoba), transfusi darah dari orang yang mengidap hepatitis B/C, hubungan seksual dengan penderita hepatitis B/C. Vaksinasi untuk pencegahan terhadap hepatitis B sudah dimulai sejak bayi, sedangkan pada dewasa yang tidak mempunyai kekebalan terhadap hepatitis B, dapat diberikan suntikan vaksin hepatitis B 3x selama bulan ke-0, bulan ke-1 dan bulan ke-6. Bentuk pencegahan penyakit kuning dengan menghindari faktor risiko penyakit hepatitis sudah terbukti cara terbaik yang bisa dilakukan.

Batu Empedu

Batu empedu 80% mengandung kolesterol, sisa 20% adalah merupakan pigmen yang mengandung kalsium, bilirubin dan beberapa zat lainnya. Diet rendah lemak, maupun rendah kolesterol, dapat mengurangi risiko terjadinya pembentukan batu empedu. Kopi dapat meningkatkan pengosongan empedu sehingga mengurangi risiko terjadinya batu empedu. Selain itu rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal (tidak obesitas), makan teratur (tidak melewatkan makan pagi/siang/malam) juga mengurangi risiko terjadinya batu empedu, yang tentunya juga bisa menjadi salah satu bentuk pencegahan penyakit kuning.

Sirosis Hepatis

Sirosis hepatis dapat disebabkan karena virus hepatitis, obat-obatan yang hepatotoksik (mengganggu hati) atau karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Pencegahan sirosis ini adalah mengurangi konsumsi alkohol, berhati-hati dengan penggunaan obat-obat yang hepatotoksik, serta mencegah penularan atau infeksi virus hepatitis.

Defisiensi G6PD

Defisiensi G6PD adalah kelainan genetik yang diturunkan secara X-linked di mana terjadi pemecahan sel darah merah yang berlebihan (anemia hemolitik). Beberapa obat/zat yang dapat mencetuskan hemolitik atau pemecahan sel darah merah yang harus dihindari antara lain:

  • Antimalaria: primakuin, kina, klorokuin
  • Antibiotik: kotrimoksazol, kuinolone, nitrofurantoin
  • Analgetik atau antinyeri: aspirin
  • Bahan kimia: naphtalene (kapur barus)

Ikterus Pada Bayi

Bentuk pencegahan penyakit kuning atau ikterus pada bayi adalah deteksi dini penyebab ikterus (pre-hepatik, intra-hepatik, post-hepatik), pemberian nutrisi/ASI yang adekuat, pencegahan dehidrasi, dan pengobatan infeksi yang menyertai. Pemeberian profilaksis immunoglobulin anti-D pada ibu hamil yang rhesus negatif dapat mengurangi kejadian hemolisis pada bayi baru lahir.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...