PENYAKIT KUNING (IKTERUS)

Komplikasi Penyakit Kuning

Komplikasi penyakit kuning atau ikterus bukan terletak pada tingginya kadar bilirubin dalam darah, melainkan pada penyakit yang mendasarinya, contohnya hepatitis, sirosis hepatis, radang saluran empedu, batu empedu, keganasan penyakit hati dan kandung empedu, serta pankreatitis.

Hepatitis B, yang tidak diobati dengan baik, dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menjadi sirosis hepatis. Komplikasi dari sirosis hepatis yang juga bisa dikatakan sebagai komplikasi penyakit kuning atau ikterus adalah:

  • Asites atau penimbunan cairan di rongga perut
  • Peritonitis bakterial spontan, atau terjadinya radang dan infeksi peritoneum di perut
  • Sindroma hepatorenal, yaitu meningkatnya jumlah kreatinin dalam tubuh dan perburukan fungi ginjal
  • Ensefalopati hepatik, yaitu gangguan fungsi saraf pusat karena kegagalan hati dalam mendetoksifikasi zat-zat yang toksik. Derajat ensefalopati hepatik dibagi menjadi (1) kebingungan ringan (2) terlihat mengantuk (3) keadaan seperti pingsan (4) koma/tidak sadar.
  • Ganguan pembekuan darah
  • Perdarahan dari varises esofagus
  • Hipertensi pulmonal

Infeksi hepatitis C meningkatkan 20-30% risiko adanya limfoma non-hodgkin. Selain itu, infeksi hepatitis C dapat juga menyebabkan peningkatan resistensi insulin dan diabetes tipe II. Batu empedu dapat mencetuskan komplikasi berupa kolesistits/radang saluran empedu, timbunan nanah/abses di kandung empedu, serta pankreatitis akut, sehingga dapat dikategorikan sebagai komplikasi penyakit kuning atau ikterus.

Pada pankreatitis akut, terjadi kebocoran cairan dalam pembuluh darah (intravaskular) ke dalam dinding pankreas sehingga menyebabkan pengurangan aliran darah ke ginjal (prerenal azotemia) dan terjadi matinya (nekrosis) sel-sel tubuler ginjal. Komplikasi lainnya yaitu terjadi sindrom distres napas akut sehingga memerlukan pemasangan selang napas (intubasi) dan bantuan mesin ventilator. Kadang terjadi absss maupun kista (pseudocyst) di daerah pankreas.

Ikterus Pada Bayi Baru Lahir

Ikterus pada bayi yang berbahaya menimbulkan kernikterus. Kernikterus adalah gangguan pada otak yang disebabkan deposit bilirubin tak terkonjugasi di daerah ganglia basal dan di batang otak. Gejala penyakit kuning atau ikterus akut yaitu bayi terlihat letargis (lemas tidak berespon), makan menurun. Pada kasus yang berat terjadi peningkatan iritabilitas, peningkatan tonus otot sehingga bayi berbaring dengan punggung menekuk ke belakang, kejang sampai koma. Bayi yang selamat dari kejadian ini dapat berkembang menjadi kondisi cerebral palsy, gangguan pembelajaran maupun tuli sensoris.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...