MENINGITIS

Pengobatan Meningitis

Penegakan diagnostik pasien dengan penemuan klinis meningitis adalah identifikasi awal dan pengobatan meningitis bakterial akut untuk menilai apakah infeksi sistem saraf dapat diobati pada pasien yang dicurigai meningitis subakut atau kronik, dan mengidentifikasi organisme penyebab meningitis. Meningitis bakterialis harus menjadi perhatian awal dalam diagnosis banding pasien dengan sakit kepala, kaku kuduk, demam dan penurunan kesadaran. Meningitis bakterial akut adalah kondisi kegawatan dan penundaan pemberian terapi antimikroba yang efektif dapat meningkatkan kemungkinan kesakitan dan kematian.

Umumnya pungsi lumbal dilakukan untuk pemeriksaan cairan serebrospinal sebagai dasar diagnosis. Diagnosis meningitis bakteri diperoleh dari kultur sampel cairan serebrospinal. Dilakukan penghitungan jenis sel, pemeriksaan kimia, dan mikrobiologi serta tekanan cairan serebrospinal.

Pasien dengan meningitis bakteri dan jamur umumnya dapat dirawat di unit intensif dalam jangka pendek untuk observasi atau periode lebih lama dan juga sebagai bentuk pengobatan meningitis. Perlu pengawasan tanda vital yang baik pada meningitis bakteri.

Pada meningitis akut, pungsi lumbal dan pemeriksaan cairan serebrospinal diindikasikan untuk mengidentifikasi organisme penyebab dan dalam meningitis bakteri, untuk mengetahui jenis antibiotik yang sensitif. Computed tomography (CT) scan kepala dapat saja dilakukan sebelum pungsi lumbal bila ada indikasi. Terapi harus diberikan sebelum pemeriksaan CT scan kepala bila terdapat indikasi.

Sangat penting untuk memulai terapi sedini mungkin sebagai bentuk pencegahan meningitis, karena penundaan pemberian terapi dapat memengaruhi tingkat kesakitan, meningkatkan risiko komplikasi meningitis dan bahkan kematian. Pemeriksaan laboratorium termasuk kultur darah digunakan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab dan menentukan antibiotik yang sesuai.

Pengobatan meningitis bakteri, termasuk bakteri meningokokus, Haemophilus influenzae, dan stafilokokus merupakan kegawatan di bidang saraf yang berhubungan dengan kesakitan dan kematian yang signifikan. Inisiasi terapi antibakteri empiris sangat penting untuk luaran yang lebih baik. Pilihan obat biasanya berdasarkan faktor yang memicu, pemeriksaan gram cairan serebrospinal atau keduanya. Sekali saja patogen teridentifikasi dan sensitivitas antimikroba sudah didapatkan, antibiotik dapat diganti untuk target terapi yang lebih optimal. Komplikasi sistemik dari meningitis bakteri akut harus diterapi termasuk syok, aritmia, stroke, dan kekambuhan penyakit kronis harus juga mendapat perhatian pengobatan.

Penggunaan kortikosteroid sebagai terapi ajuvan untuk meningitis bakterial meningkatkan luaran, walaupun masih ada kontroversi dengan hal ini. Namun, penggunaan steroid menunjukkan hasil yang lebih baik pada pasien dengan infeksi bakteri tertentu, diantaranya H. Infkuenzae, tuberculous, dan pneumococcal meningitis. Meta analisis oleh Brouwer dkk, kortikosteroid secara signifikan mengurangi ketulian dan gejala sisa saraf tetapi tidak mengurangi kematian. Steroid diberikan untuk mengurangi berat dari penyakit.

Kebanyakan kasus dari meningitis virus adalah dapat sembuh sendiri. Pasien memerlukan terapi suportif dan tidak memerlukan terapi spesifik dan tidak agresif. Pada kasus tertentu terapi antiviral apabila terdapat indikasi dan bila tersedia. Pemakaian antibiotik tidak bermakna dalam terapi meningitis virus.

Jamur penyebab meningitis yaitu Cryptococcus, C. Immitis, H. Capsulatum, spesies Candida, dan S. Schenckii (jarang). Status kekebala tubuh yang rendah merupakan faktor predisposisi pada kasus ini dan sering merupakan pilihan regimen terapi. Cryptococcal meningitis adalah infeksi oportunis mayor pada pasien AIDS. Pengobatannya berupa antijamur.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...