LUPUS

Tanda & Gejala Lupus

Penyakit lupus merupakan penyakit seribu wajah, karena menampilkan bermacam-macam keluhan, sesuai dengan sistem pertahanan tubuh yang menyerang berbagai organ sekaligus. Gejala lupus (SLE) bisa sudah melibatkan satu organ atau beberapa organ sekaligus, dengan tingkat keparahan bervariasi. Sekitar 85% pasien terus memiliki kondisi lupus (SLE) yang aktif walau sedang dalam terapi pencegahan lupus dan komplikasi lupus dengan perburukan satu sampai dua kali per tahunnya.

Gejala Umum

Gejala lupus yang pada umumnya ditunjukkan oleh orang yang menderita penyakit ini adalah rasa lelah, disertai pegal-pegal di sendi dan otot. Gejala ini merupakan gejala yang umumnya terus ada:

Gejala Muskuloskeletal (Otot, Tulang dan Sendi):

Penderita lupus (odapus) kebanyakan menderita radang di banyak sendi sekaligus yang hilang timbul. Penyebab lupus yang mengakibatkan radang ini bisa ringan sampai melumpuhkan, yang ditambah rasa nyeri di sendi-sendi, umumnya di tangan, pergelangan-pergelangan dan lutut. Radang dan nyeri sendi ini biasanya asimetris.

Gejala Pada Kulit:

Gejala kulit bisa menjadi gejala utama dari penyakit lupus (SLE). Gejala lupus yang menyerang kulit dapat dibagi menjadi:

      Akut: adanya sensitivitas pada cahaya matahari (photosensitivity) berwarna kemerahan dengan tepi meninggi, kadang bersisik, yang ditemukan di wajah, khususnya di pipi dan hidung yang sering disebut sebagai butterfly rash. Walau demikian, gambaran ini juga dapat dijumpai di area-area yang terkena sinar matahari juga, termasuk di leher, punggung belakang, tangan dan telinga. Apabila ada perburukan dari gejala ini, biasanya ada kekambuhan dari gejala lupus (SLE).

      Subakut: subacute cutaneous lupus erythematous (SCLE) yang memiliki gejala bercak merah bersisik atau bercak dengan tepi kemerahan berbentuk bulat adalah salah satu gejala lupus yang biasa disebut sebagai sensitif pada cahaya matahari.

      Kronik: salah satu gejala lupus ini adalah discoid lupus erythematosus (DLE), di mana lesi tampak sebagai lesi kulit kemerahan dengan tepi sedikit meninggi, batas yang bersisik dan berwarna lebih tua, dengan tengah yang menyusut dan berwarna pucat. Lesi ini umumnya bisa menimbulkan cacat, terutama pada area wajah dan kulit kepala.

Gejala Pada Ginjal

Radang pada ginjal merupakan gejala paling serius dari lupus (SLE), terlebih karena radang ginjal dan infeksi merupakan penyebab kematian tertinggi pada kasus penyakit ini. Keluhan pada ginjal ini umumnya tidak menimbulkan gejala sampai sudah berat, maka biasanya dilakukan pemeriksaaan air seni untuk memantau fungsi ginjal pada pasien lupus (SLE). Pasien dengan gejala ginjal yang berat dapat mengalami kebocoran protein dan darah di dalam air seni, yang bila berat dapat turut menimbulkan tekanan darah tinggi. Bila memungkinkan, baiknya dilakukan biopsi ginjal untuk menentukan kondisi ginjal dan agresivitas terapi.

Sumbatan Pembuluh Darah

Pasien lupus (odapus) dapat mengalami sumbatan pembuluh darah karena kondisi radang kronis yang dapat memicu terbentuknya sumbatan-sumbatan di seluruh tubuh. Pasien lupus (SLE) memiliki risiko mengalami sumbatan pembuluh darah lebih tinggi dibanding populasi biasa karena adanya peningkatan kepadatan di dalam darah dan adanya radang dan kerusakan jantung kronis, menyebabkan tingginya angka stroke dan serangan jantung pada kelompok penderita lupus ini.

Gejala Imunologis

Pemeriksaan imunologis atau daya tahan tubuh ini yang paling sering dipakai adalah tes pada Antinuclear Antibodies (ANA), di mana pada 96% pasien lupus (SLE) ditemukan hasil positif. Maka dari itu tes ANA ini sering digunakan dalam proses pelacakan awal. Pemeriksaan lain yang spesifik untuk gejala lupus ini adalah tes double stranded DNA (dsDNA) dan tes komplemen.  

Gejala Sistem Pernafasan

Gangguan sistem pernafasan yang paling sering ditemui adalah radang pelapis paru-paru, dengan atau tanpa ditemukan cairan di dalam rongga antara paru dan pelapis paru. Bila gejala lupus yang ditemukan pada sistem pernafasan terasa berat, perlu diberikan terapi penekan sistem pertahanan tubuh untuk jangka pendek.

Gejala Jantung

Dapat ditemukan pula salah satu gejala lupus yang menyerang jantung berupa radang dari selaput pelapis jantung. Selain itu, seperti yang sudah dibahas di atas, karena adanya peningkatan risiko pasien lupus (SLE) menderita serangan jantung, maka perlu dilakukan pemantauan pada pasien ini. Pasien yang paling berisiko menderita serangan jantung di SLE adalah pasien <49 tahun, aktivitas penyakit yang tinggi dan penggunaan terapi imunosupresif lama.  

Mengingat luasnya spektrum penyakit lupus (SLE) ini, maka dicoba dikembangkan kriteria diagnosis untuk mempermudah diagnosis SLE ini. Yang terbaru adalah kriteria diagnosis dari Systemic Lupus International Collaborating Clinics Classification Criteria for Systemic Lupus Erythematosus (SILCC) yang dikeluarkan tahun 2012. Ditemukan kriteria diagnosis ini lebih mudah mendeteksi lupus (SLE), walau kurang spesifik. Apabila ditemukan gejala lupus seperti yang disebutkan di atas, terlebih yang sudah bertahan lama, maka perlu dipertimbangkan untuk menemui dokter terdekat untuk ditentukan pengobatan lupus yang lebih terarah dan tepat.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...