KANKER

Penyebab Kanker

Sebelum mengetahui dengan jelas penyebab kanker, berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memperbesar terjadinya kanker di dalam tubuh kita:

1. Faktor Genetik atau Keturunan

Beberapa jenis penyebab kanker adalah akibat faktor genetik. Penyakit ini dapat menurun pada keluarga tertentu, tetapi kebanyakan penyakit kanker tidak diketahui jelas apakah terkait dengan gen yang kita warisi dari orang tua kita atau tidak. Perubahan gen yang dimulai dalam sel tunggal selama hidup seseorang lah yang menjadi penyebab kanker.

Kanker adalah suatu penyakit yang umum diketahui bersifat keturunan/herediter, sehingga tidak mengherankan bahwa banyak keluarga memiliki setidaknya beberapa anggota yang telah menderita kanker. Kadang-kadang, hal ini karena anggota keluarga memiliki faktor risiko tertentu yang sama, seperti merokok, yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker. Hal ini juga dapat disebabkan sebagian faktor-faktor lain, seperti obesitas, yang cenderung menurun dalam keluarga.

Namun, dalam beberapa kasus penyebab kanker adalah gen abnormal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun disebut sebagai kanker warisan, hal yang diwariskan adalah gen abnormal yang dapat menyebabkan kanker, bukan kanker itu sendiri. Hanya sekitar 5% sampai 10% dari semua kanker akibat langsung dari cacat gen (disebut mutasi) yang diwarisi dari orangtua.

Karena kanker adalah penyakit fungsi gen abnormal, maka gen yang merupakan potongan DNA (asam deoksiribonukleat) ini berisi petunjuk tentang cara untuk membuat protein yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi, ketika menghancurkan sel-sel yang rusak, dan bagaimana untuk menjaga sel-sel dalam keseimbangan. Gen Anda mengontrol hal-hal seperti warna rambut, warna mata, dan tinggi. Mereka juga dapat mempengaruhi resiko Anda untuk mendapatkan penyakit tertentu, seperti kanker.

2. Faktor Karsinogenik

Penyebab kanker lainnya adalah karena faktor karsinogenik. Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Sedangkan karsinogenik merupakan substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker.

  • Radiasi: Kebanyakan penelitian tentang radiasi dan risiko kanker telah dilakukan. Kebanyakan penelitian belum mampu mendeteksi peningkatan risiko kanker antara orang-orang yang terkena tingkat radiasi rendah. Misalnya, orang yang tinggal di dataran tinggi, yang terkena radiasi latar belakang alami dari sinar matahari dengan orang yang hidup di permukaan laut, ternyata tidak memiliki tingkat kanker dengan resiko lebih tinggi. Namun, sebagian besar ilmuwan dan badan pengatur setuju bahwa gamma dan x-radiasi dapat meningkatan risiko kanker, meskipun dengan jumlah dosis yang sangat kecil. Secara umum, risiko kanker dari paparan radiasi meningkat sebagai  peningkatan dosis radiasi. Demikian juga, semakin rendah paparan tersebut, semakin kecil peningkatan risiko. Tetapi, tidak ada batas bawah radiasi yang dianggap benar-benar aman.
  • Infeksi Virus: Infeksi kanker juga menjadi salah satu penyebab kanker. Di seluruh dunia, infeksi terkait dengan kanker sekitar 15% sampai 20%. Persentase ini bahkan lebih tinggi di negara-negara berkembang, tetapi lebih rendah di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya. Hal ini sebagian karena infeksi tertentu lebih sering terjadi pada negara-negara berkembang, dan sebagian karena beberapa faktor risiko lain untuk kanker, seperti obesitas, lebih umum di negara-negara maju. Infeksi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh: beberapa virus langsung mempengaruhi gen dalam sel yang mengontrol pertumbuhan mereka. Virus ini dapat menyisipkan gen mereka sendiri ke dalam sel, menyebabkan sel untuk tumbuh di luar kendali. Beberapa infeksi dapat menyebabkan peradangan jangka panjang di bagian tubuh. Hal ini dapat menyebabkan perubahan sel-sel yang terkena dan di sel kekebalan di dekatnya, yang akhirnya dapat menyebabkan kanker. Beberapa jenis infeksi dapat menekan sistem kekebalan tubuh seseorang, yang biasanya membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker. Setiap perubahan ini mungkin menyebabkan risiko lebih tinggi terkena kanker. Contohnya adalah virus human papiloma (HPV) yang menyebabkan kanker serviks, virus Epstein Barr dapat menyebabkan kanker esofagus, kanker perut, dan limfoma. Hepatitis B dan C juga merupakan penyebab kanker hati, dan dapat diderita oleh anak-anak maupun dewasa.
  • Zat Kimia dan Iritasi Kronis: Zat kimia seperti polusi dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker dan juga menjadi salah satu penyebab kanker. Asap rokok terdiri dari lebih dari 7.000 bahan kimia, dan lebih dari 70 diketahui dapat menyebabkan kanker (karsinogen). Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok meliputi: Nikotin (obat adiktif yang menghasilkan orang-orang berpengaruh mencari dan salah satu bahan kimia yang paling keras dalam asap rokok), Sianida, Benzene, Formaldehida, Metanol (alkohol kayu), Acetylene (bahan bakar yang digunakan dalam obor las), Amonia, Gas racun karbon monoksida dan nitrogen oksida, Vinil klorida, Etilen oksida, Arsenikum, Chromium, Kadmium, Nitrosamin, Hidrokarbon aromatik polynuclear. Paparan berulang dari zat kimia tersebut menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Contohnya adalah kanker paru dan esofagus akibat bahan kimia pada rokok.

3. Faktor Perilaku/Gaya Hidup

Penyebab kanker lainnya adalah akibat perilaku atau gaya hidup seseorang. Gaya hidup tidak sehat seperti aktif merokok, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi alkohol meningkatkan risiko sel kanker berkembang di tubuh orang dengan gaya hidup tidak sehat tersebut.

  • Perilaku Merokok: Kejadian merokok menyumbang sekitar 30% dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat, termasuk sekitar 80% dari semua kematian akibat kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian kanker baik pada pria maupun wanita, dan merupakan salah satu kanker yang paling sulit untuk diobati. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru, hal itu juga merupakan faktor risiko untuk terjadinya kanker lain, seperti: Kanker mulut, Laring (kotak suara), Faring (tenggorokan atas), Esofagus (tenggorokan bawah), Ginjal, Serviks, Hati, Kandung kemih, Pankreas, Kolon/rektum, dan Leukemia.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Diet dan Aktivitas Fisik: Apa hubungannya dengan Kanker? Seberapa besar kebiasaan sehari-hari seperti diet dan olahraga mempengaruhi risiko untuk kanker? Lebih dari yang Anda duga. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang buruk dan gaya hidup yang tidak aktif adalah dua faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker seseorang. Bukti kuat untuk hal ini adalah: Setiap tahun, sekitar 589.430 orang Amerika meninggal karena kanker; sekitar sepertiga dari kematian ini terkait dengan pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan memiliki berat badan yang berlebih. Kabar baiknya adalah bahwa Anda dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi resiko ini. Selain berhenti merokok, beberapa hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi risiko kanker Anda, yaitu: Menjaga agar berat badan tetap ideal. Jadilah aktif secara fisik secara teratur. Membuat pilihan makanan sehat dengan fokus pada makanan nabati (perbanyak sayur dan buah-buahan).
  • Konsumsi Alkohol: Kebanyakan orang tahu bahwa kebiasaan minum alkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi, banyak orang mungkin tidak tahu bahwa minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker mereka. Jenis kanker yang terkait dengan penggunaan alkohol adalah: kanker mulut, tenggorokan, kotak suara, dan esofagus. Alkohol jelas dapat meningkatkan risiko kanker tersebut. Minum alkohol dan merokok bersama-sama meningkatkan risiko kanker tersebut jauh lebih banyak daripada efek baik minum alkohol maupun merokok saja. Hal ini mungkin karena alkohol dapat bertindak sebagai pelarut, membantu bahan kimia berbahaya dalam tembakau untuk masuk ke dalam sel-sel yang melapisi saluran pencernaan. Alkohol juga dapat memperlambat kemampuan sel-sel ini untuk memperbaiki kerusakan DNA yang disebabkan oleh bahan kimia dalam tembakau. Alkohol juga dapat menyebabkan kanker hati. Penggunaan alkohol jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker hati. Biasanya, penggunaan alkohol dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Hal ini, pada akhirnya, dapat meningkatkan risiko kanker hati. Selain kanker hati, alkohol juga menyebabkan kanker usus besar dan rektum (dubur). Penggunaan alkohol telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker usus besar dan rektum. Hal tersebut umumnya lebih sering pada pria dibandingkan pada wanita. Ancaman terakhir dari konsumsi alkohol jangka panjang adalah kanker payudara. Bahkan minum alkohol beberapa kali dalam seminggu dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita. Risiko ini mungkin sangat tinggi pada wanita yang tidak mendapatkan cukup vitamin B dalam diet mereka atau melalui suplemen. Alkohol dapat memengaruhi kadar estrogen dalam tubuh, yang mungkin menjelaskan beberapa peningkatan risiko tersebut. Minum sedikit alkohol dapat menjadi cara yang penting bagi banyak perempuan untuk menurunkan risiko kanker payudara.

Untuk penyebab kanker sendiri sudah dibahas dengan jelas pada artikel ini. Baiknya bentuk pencegahan kanker yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui pula gejala kanker sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya komplikasi kanker. Namun jika kanker sudah berkembang, pengobatan kanker yang tepat harus segera dilakukan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...