KANKER

Pencegahan Kanker

Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan beberapa hal ini, yaitu dengan menerapkan perilaku cerdik dan deteksi dini untuk mencegah pengobatan kanker, bahkan komplikasi kanker.

Bentuk Pencegahan Kanker

Salah satu bentuk pencegahan kanker adalah dengan menerapkan perilaku CERDIK dan Deteksi Dini berikut ini:

CERDIK

  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet sehat dengan kalori seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres

Deteksi Dini

Sementara untuk deteksi dini sebagai bentuk pencegahan kanker adalah dengan metode deteksi dan pengobatan dini. Deteksi dini sudah terbukti mengurang angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker. Terdapat dua komponen dari deteksi dini, yaitu:

  • Diagnosis Dini

Diperlukan kesadaran atas tanda dan gejala kanker (untuk jenis kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, serviks, kanker kolon atau usus besar) agar dapat di diagnosis dan di obati secara dini.

  • Skrining atau Pemeriksaan

Skrining bertujuan untuk mengidentifikasi individu dengan kelainan yang dicurigai kanker tertentu atau pra-kanker dan merujuk mereka untuk segera di diagnosis dan mendapatkan pengobatan.

Berikut adalah cara mudah yang dapat anda lakukan di rumah Anda:

Kanker Payudara & “Sadari”

Lakukan deteksi dini dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Sadari dilakukan satu bulan sekali setelah 7-10 hari setelah hari pertama haid. Konsultasikan diri Anda ke dokter bila menemukan benjolan pada payudara atau suatu yang mencurigakan.

Cara melakukan SADARI:

  • Berdiri di depan cermin, amati bila ada perubahan ukuran, bentuk, warna kulit, atau timbul lesung pada kulit payudara.
  • Angkat kedua tangan ke atas kepala, kemudian letakkan tangan menekan kedua pinggang, perhatikan apakah kedua payudara seimbang atau ada kelainan di salah satu payudara (asimetrisitas).

Cara Meraba

  • Rabalah dengan tiga ujung jari tengah yang dirapatkan (telunjuk, tengah, manis).
  • Lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, mulailah dari pinggir dengan mengikuti putaranarah jarum jam dari sisi luar memutar ke dalam sampai meyentuh puting. Rasakan apakah ada benjolan atau penebalan.
  • Jangan lupa memencet area puting dan amati apakah keluar cairan yang tidak normal.
  • Pastikan untuk memeriksa juga area antara payudara hingga ketiak, serta payudara dan tulang selangka.

Pada waktu mandi

  • Tempatkanlah satu tangan dibelakang kepala, setelah disabuni buatlah lingkaran kecil dari puting susu kearah luar.
  • Kemudian naikan tangan lainnya dan periksakanlah payudara lainnya.

Saat berbaring

  • Berbaring dengan tangan kanan dibawah kepala, lalu periksa payudara dengan menggunakan tangan kiri
  • Lanjutkan untuk sisi satunya.

Kanker Leher Rahim atau Servix & Pemeriksaan IVA

“Setiap 1 jam, 1 perempuan Indonesia meninggal akibat kanker leher rahim.” Setiap perempuan beresiko untuk terkena kanker leher rahim. Kanker leher rahim berkaitan erat dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan pemeriksaan skrining kanker leher rahim dengan cara melakukan pulasan asam asetat 3-5% ke leher rahim. Jika pada pemulasan tersebut terjadi perubahan warna keputih-putihan (aceto-white), maka mengindikasikan terdapat lesi prakanker. Dengan pemeriksaan ini, lesi prakanker dapat dideteksi dini untuk ditinjaklanjuti sebelum menjadi kanker yang berbahaya.

Lakukan pemeriksaan IVA secara berkala, sekurangnya 3 tahun sekali. Dan bila hasilnya positif, segeralah tindaklanjuti dengan pengobatan yang sesuai.

Kanker Kulit & “Sakuri”

Kanker kulit dapat mengenai bagian kulit manapun dari kepala hingga ujung kaki. Namun demikian, kanker kulit ini juga merupakan salah satu kanker yang dapat dilihat oleh mata kita sendiri, sehingga perkembangannya sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Lakukan deteksi dini dengan Periksa Kulit Sendiri (‘SAKURI’). Sakuri dilakukan satu bulan sekali dengan melakukan pengecekan atas penampakan/pertumbuhan abnormal pada kulit.

Waspadai tanda kanker kulit ABCDE (A= Asimetris, B= Batas tak tegas/tidak rata, C= Color/ berwarna-warni tidak sama rata, D= diameter lebih besar dari biji jagung, E= evolusi atau mengalami perubahan/bertambah besar seiring waktu, kadang terdapat keluhan gatal, berdarah atau berkeropeng).

Langkah pemeriksaan:

  • Periksa bagian depan dan belakang tubuh menggunakan kaca besar, kemudian samping kanan dan kiri, kedua lengan dinaikkan.
  • Tekuk siku, cermati bagian dalam maupun bagian luar lengan bawah, lengan atas & telapak tangan maupun punggung tangan.
  • Amati bagian luar maupun dalam dari tungkai dan kaki, termasuk bagian telapak kaki dan sela-sela jari kaki.
  • Amati bagian belakang leher dan kulit kepala dengan bantuan cermin kecil. Sisihkan rambut bergantian untuk dapat melihat lebih baik.
  • Terakhir, periksa bagian punggung dan bokong dengan bantuan cermin kecil.

Konsultasikan ke dokter di pusat layanan kesehatan terdekat bila menemukan suatu yang mencurigakan. Kanker yang dideteksi lebih dini dengan mengenali gejala kanker memiliki angka keberhasilan yang lebih baik dan mengurangi kecacatan, baik dari segi kosmetik maupun fungsional karena penyebab kanker yang diketahui sejak dini.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...