KEPUTIHAN

Pencegahan Kanker Rahim

Pencegahan kanker rahim yang utama adalah tidak berperilaku seksual berisiko untuk terinfeksi HPV, seperti tidak berganti-ganti pasangan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini (kurang dari 18 tahun). Pencegahan kanker rahim juga dapat dilakukan dengan menghindari paparan asap rokok, melakukan skrining Pap smear dan IVA, menindaklanjuti hasil positif pada pemeriksaan Pap smear dan IVA, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan kaya akan vitamin C, A, dan asam folat, dan melakukan vaksinasi HPV.

Data dari berbagai negara menunjukkan bahwa skrining dapat menurunkan insiden dan mortalitas penderita kanker rahim. Hal yang paling penting dari program skrining ini adalah untuk menurunkan insiden dan mortalitas kanker rahim. Prinsip dasar skrining:

  • Skrining harus berdasarkan populasi dengan target cakupan sekitar 80% populasi
  • Pemeriksaan sitologi (sel) rahim dan alternatifnya adalah tes IVA
  • Sasaran umur yang harus diskrining adalah 30-50 tahun
  • Frekuensi skrining sekali setiap 2-3 tahun

Berikut ini dua jenis vaksin HPV yang disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan kanker rahim:

  • Gardasil – vaksin kuadrivalen ini disetujui untuk wanita berusia 9 hingga 26 tahun untuk mencegah kanker rahim (juga kutil kelamin dan kanker anus) yang disebabkan oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18; vaksin ini juga disetujui untuk pria berusia 9 hingga 26 tahun.
  • Cervarix – vaksin bivalen ini disetujui untuk wanita berusia 9 hingga 25 tahun untuk mencegah kanker rahim yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18

Skrining terhadap kanker rahim perlu dilanjutkan pada wanita yang telah divaksinasi, mengikuti pedoman yang sama seperti wanita yang belum dilakukan vaksinasi. Vaksin ini tidak memberikan proteksi keseluruhan terhadap kanker rahim. HPV selain tipe 16 dan 18 berkontribusi pada sekitar 30% kasus dan hanya sebagian proteksi silang yang dapat terjadi. Selain itu, tidak semua pasien yang telah divaksinasi memiliki respons efektif terhadap vaksin tersebut, terutama apabila mereka tidak mendapatkan ketiga dosis atau apabila mereka mendapatkan dosis pada interval waktu yang tidak dianjurkan sesuai dengan efikasinya.

Terakhir, durasi dari proteksi vaksin tersebut belum dapat dipastikan. Saat ini, bukti menunjukkan bahwa imunitas dari vaksin ini akan bertahan setidaknya 6 hingga 8 tahun. Namun, pemeriksaan ulang berkelanjutan akan diperlukan untuk memastikan apakah vaksinasi ulang diperlukan.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...