JANTUNG KORONER

Tanda & Gejala Jantung Koroner

Pada umumnya, pasien dengan ACS datang dengan gejala jantung koroner berupa keluhan nyeri dada. Namun, perlu dibedakan apakah nyeri dada tersebut adalah nyeri dada khas jantung (angina tipikal) atau nyeri dada tidak khas jantung (angina atipikal). Keluhan angina tipikal secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu angina pektoris stabil dan angina pektoris yang tidak stabil.

Tidak semua penyakit ini menimbulkan gejala jantung koroner yang spesifik. Pada beberapa kasus, penyakit jantung koroner sering ditemukan tanpa gejala (asimptomatik). Penyakit ini baru diketahui secara kebetulan misalnya saat dilakukan check up kesehatan. Kelompok penderita ini tidak pernah mengeluh adanya nyeri dada (angina) baik pada saat istirahat maupun saat aktivitas.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala jantung koroner:

Angina Pektoris Stabil (Stable Angina)

Nyeri dada yang timbul saat aktivitas, bersifat kronis (> 2 bulan). Nyeri prekordial terutama di daerah retrosternal, terasa seperti tertekan benda berat atau terasa panas, seperti diremas ataupun seperti tercekik. Rasa nyeri sering menjalar ke lengan kiri atas/bawah bagian medial, ke leher, hingga ke dagu atau ke punggung, tetapi jarang menjalar ke lengan kanan. Nyeri biasanya berlangsung singkat (1-5) menit dan rasa nyeri hilang bila penderita istirahat. Selain aktivitas fisik, nyeri dada dapat diprovokasi oleh stres/emosi, anemia, udara dingin dan tirotoksikosis. Pada saat nyeri, sering disertai keringat dingin. Rasa nyeri juga cepat hilang dengan pemberian obat golongan nitrat. Jika ditelusuri, maka biasanya dijumpai beberapa faktor risiko PJK serta komplikasi jantung koroner.

Angina Pektoris Tidak Stabil (Unstable Angina)

Pada subset klinis ini, kualitas, lokasi, penjalaran dari nyeri dada sama dengan penderita angina stabil. Tetapi, nyerinya bersifat progresif dengan frekuensi timbulnya nyeri yang bertambah serta pencetus timbulnya keluhan juga berubah. Nyeri dapat timbul saat istirahat walaupun dengan pemberian nitrat tidak segera menghilangkan keluhan. Pada angina tidak stabil, plak aterosklerosis mengalami trombosis sebagai akibat ruptur plak. Di samping itu, diduga juga terjadi spasme otot pembuluh darah namun belum terjadi sumbatan menyeluruh.

Gejala jantung koroner lainnya meliputi presentasi angina atipikal yang sering dijumpai antara lain nyeri di daerah penjalaran angina tipikal, rasa gangguan pencernaan (indigestion), sesak napas yang tidak dapat diterangkan, atau rasa lemah mendadak yang sulit diuraikan. Keluhan atipikal ini lebih sering dijumpai pada pasien usia muda (25-40 tahun) atau usia lanjut (>75 tahun), wanita, penderita diabetes, gagal ginjal menahun, atau demensia. Walaupun keluhan angina atipikal dapat muncul saat istirahat, keluhan ini patut dicurigai sebagai angina ekuivalen jika berhubungan dengan aktivitas, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner.

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan keadaan seperti hipotensi atau hipertensi, edema paru, distensi vena jugularis, bunyi jantung tambahan (S3 dan S4), murmur sistolik, hingga ronki basah halus pada seluruh lapang paru.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...