JANTUNG KORONER

Komplikasi Jantung Koroner

Ada beberapa komplikasi jantung koroner yang harus diketahui, beberapa di antaranya adalah:

1. Gagal Jantung

Dalam fase akut dan subakut setelah serangan, seringkali terjadi disfungsi miokardium. Bila revaskularisasi dilakukan segera dengan intervensi koroner perkutan atau trombolisis, maka perbaikan fungsi ventrikel dapat segera terjadi. Namun, apabila terjadi jejas transmural dan/atau obstruksi mikrovaskuler, terutama pada dinding anterior, dapat terjadi komplikasi akut berupa kegagalan pompa dengan remodeling patologis disertai tanda dan gejala klinis kegagalan jantung, yang dapat berakhir dengan gagal jantung kronik.

2. Kongesti Paru

Kongesti paru ditandai dispnea dengan ronki basah paru di segmen basal, berkurangnya saturasi oksigen arteri, kongesti paru pada roentgen dada, dan perbaikan klinis terhadap diuretik dan/atau terapi vasodilator juga menjadi salah satu komplikasi jantung koroner yang penting untuk diketahui.

3. Syok Kardiogenik

Syok kardiogenik terjadi dalam 6-10% kasus dan merupakan penyebab kematian utama, dengan laju mortalitas di rumah sakit mendekati 50%. Meskipun syok sering kali terjadi di fase awal setelah awitan infark miokard akut, syok sering luput saat pasien pertama tiba di rumah sakit. Pasien biasanya datang dengan hipotensi. Terdapat tanda output kardiak yang rendah seperti takikardia saat istirahat, perubahan status mental, oliguria, ekstremitas dingin dan kongesti paru. Syok kardiogenik biasanya dikaitkan dengan kerusakan ventrikel kiri luas, tetapi juga dapat terjadi pada infark ventrikel kanan. Baik mortalitas jangka pendek maupun jangka panjang tampaknya berkaitan dengan disfungsi sistolik ventrikel kiri awal dan beratnya regurgitasi katup mitral.

4. Aritmia dan Gangguan Konduksi dalam Fase A

Aritmia dan gangguan konduksi sering ditemukan dalam beberapa jam pertama setelah kerusakan otot jantung.

5. Regurgitasi Katup Mitral

Regurgitasi katup mitral dapat terjadi selama fase subakut. Keadaan ini biasanya ditandai dengan perburukan klinis dengan sesak nafas, kongesti paru dan murmur sistolik baru.

6. Ruptur Jantung

Ruptur dinding ventrikel kiri dapat terjadi pada fase subakut setelah infark transmural, dan muncul sebagai nyeri tiba-tiba dan kolaps kardiovaskuler dengan disosiasi elektromekanis. Hemoperikardium dan tamponade jantung kemudian akan terjadi secara cepat dan bersifat fatal. Diagnosis dikonfirmasi dengan ekokardiografi. Apabila tersumbat oleh formasi trombus, ruptur dinding subakut yang terdeteksi dengan cepat dapat dilakukan perikardiosentesis dan operasi segera.

7. Ruptur Septum Ventrikel

Ditandai dengan perburukan klinis yang terjadi dengan cepat dengan gagal jantung akut dan mumur sistolik yang kuat yang terjadi pada fase subakut. Diagnosis ini dikonfirmasi dengan ekokardiografi, yang dapat membedakan keadaan ini dengan regurgitasi mitral akut dan dapat menentukan lokasi dan besarnya ruptur. Operasi segera tidak dianjurkan mengingat kaitanya angka mortalitas yang tinggi dan risiko ruptur ventrikel berulang. Sementara itu, operasi yang ditunda memungkinkan perbaikan septum yang lebih baik namun berisiko terjadinya pelebaran ruptur, tamponade dan kematian saat menunggu operasi. Komplikasi jantung koroner ini memerlukan pengobatan jantung koroner yang lebih mendalam.

8. Perikarditis

Insidensi perikarditis setelah ACS semakin berkurang dengan semakin majunya terapi reperfusi yang modern dan efektif. Gejala perikarditis antara lain nyeri dada berulang, biasanya khas yaitu tajam dan terkait dengan postur dan pernapasan.

9. Aneurisma Ventrikel Kiri

Pasien dengan infark transmural besar, terutama di dinding anterolateral, dapat mengalami perluasan infark yang diikuti dengan pembentukan aneurisma ventrikel kiri.

10. Trombus Ventrikel Kiri

Frekuensi terjadinya trombus ventrikel kiri telah berkurang terutama karena kemajuan dari terapi reperfusi, penggunaan obat-obatan antitrombotik dalam ACS, dan berkurangnya ukuran infark miokardium akibat reperfusi miokardium yang segera dan efektif. Trombus ventrikel kiri dikaitkan dengan prognosis yang buruk karena berhubungan dengan infark yang luas, terutama bagian anterior dengan keterlibatan apikal, dan risiko embolisme sistemik.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...