INSOMNIA

Pengobatan Insomnia

Jika Anda dapat menyadari adanya gangguan pada tidur Anda dan tidak terdapat perubahan dengan pencegahan awal, alangkah baiknya segera berkonsultasi kepada dokter agar dapat diberikan pengobatan insomnia sedini mungkin. Pengobatan insomnia tidak hanya dengan mengkonsumsi obat saja, tetapi harus diketahui penyebab utama dari insomnia tersebut. Idealnya, pengobatan insomnia harus meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur, meningkatkan konsentrasi, dan aktivitas disiang hari, serta meminimalkan efek samping dari pengobatan. Pada intinya adalah melakukan pencegahan insomnia.  Kualitas dan kuantitas tidur seseorang berbeda setiap malamnya. Perbedaan tipe insomnia menunjukkan perbedaan pola tidur seseorang. Oleh karena itu, ada baiknya membuat catatan tidur minimal selama satu minggu terakhir. Catatan tidur atau “sleep diary” berisi tentang waktu tidur, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memulai tidur, berapa kali terbangun dimalam hari, jam bangun tidur, kelelahan dan keluhan pada siang harinya.

Terapi Non Farmakologi

Cognitive Behavioral Therapy

Selain membuat catatan tidur, para ahli menyarankan melakukan terapi non-farmakologis atau “cognitive behavioral therapy” dan menggabungkannya dengan terapi farmakologis atau obat-obatan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan insomnia dan meminimalkan efek samping pengobatan kelak. Terapi “cognitive behavior” bertujuan untuk membantu mengubah keyakinan yang salah akan tidur dan mengubah kebiasaan tidur. Inti dari terapi tersebut meliputi sleep hygiene, stimulus-control therapy, therapy of bedtime and sleeping time restriction, relaxation technique, cognitive restructuring, paradoxical intention dan cognitive therapy for sleep misperception disorders.

Sleep Hygiene

Sleep hygiene di sini dimaksudkan untuk melakukan intervensi dengan memberi edukasi secara psikologis mengenai informasi dasar tentang tidur, termasuk di dalamnya instruksi untuk tidur tepat waktu secara reguler, pergi tidur saat benar-benar ingin tidur, tidak menggunakan tempat tidur untuk aktivitas lain kecuali untuk tidur, tidak mengkhawatirkan tentang waktu tidur, menghindari minuman, makanan atau obat-obatan yang mengganggu tidur seperti merokok, minum kopi, softdrink dan lainnya. Sebaiknya, makan malam dilakukan tidak kurang dari 2 jam sebelum tidur. Lakukan aktivitas fisik di pagi hari dan pastikan kamar tidur nyaman dan terhindar dari suara bising.

Stimulus-Control Therapy

Terapi ini bertujuan untuk edukasi penderita insomnia bagaimana cara memulai untuk menyesuaikan irama waktu dan bangun tidur dan membatasi waktu terbangun serta aktivitas sebelum tidur. Instruksi utama untuk pasien, termasuk di dalamnya adalah tidur saat benar-benar mengantuk, tempat tidur hanya dipakai untuk tidur tanpa ada aktivitas lain, bila dirasa belum mengantuk pasien diharapkan pergi ke ruangan lain untuk melakukan relaksasi dan kembali lagi saat benar-benar mengantuk, tidak bermalas-malasan atau tidur sepanjang siang hari, tidak ada televisi, radio atau stereo di dalam kamar tidur.

Therapy of Bedtime and Sleeping Time Restriction

Terapi ini bertujuan untuk memperpanjang waktu tidur dengan membatasi aktivitas di kamar tidur dengan waktu rata-rata digunakan untuk tidur berdasarkan dari catatan tidur pasien. Terapi ini kurang dianjurkan untuk penderita yang memiliki waktu tidur kurang dari lima jam.

Relaxation Technique

Terapi ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana rasa tegang dan waspadanya penderita selama siang dan malam. Pasien dibimbing untuk merelaksasikan otot-otot utama secara berurutan sambil menikmati sensasi ketegangan dan relaksasi otot.

Cognitive Restructuring

Tujuan dari terapi tersebut adalah untuk menstrukturkan kembali fungsi kognisi penderita sesuai gejala yang ditimbulkan. Terapi ini dilakukan untuk mengubah pikiran, kekhawatiran, dan keyakinan yang tidak rasional mengenai tidur.

Paradoxical Intention

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan yang berhubungan dengan ketakutan untuk memulai tidur atau ketidakmampuan untuk memulai tidur, karena penderita insomnia berkeyakinan bahwa mereka tidak mampu untuk memulai tidur secara alami. Pasien diinstruksikan untuk pergi ke tempat tidur dan berusaha untuk tidak tidur, agar penderita merasa lebih santai dan tidak merasa memiliki tekanan untuk memulai tidur.

Cognitive Therapy for Sleep Misperception Disorders

Terapi kognitif untuk gangguan persepsi tidur berfokus pada hubungan antara persepsi subjektif penderita dari total waktu tidur dan total waktu tidur yang diperoleh dari polisomnografi (PSG). Tujuan pendekatan ini adalah untuk memberikan data yang obyektif bagi pasien tentang efisiensi tidur diperoleh melalui PSG dan membuat mereka memahami bahwa penderita dapat tidur lebih lama lebih dari yang mereka pikirkan. Teknik ini juga membuat penderita lebih santai mengenai kuantitas tidur mereka yang dianggap perlu dan itu memungkinkan mereka untuk tertidur lebih mudah ketika mengetahui kenyataan tersebut.

Terapi Farmakologis

Terapi dengan obat dilakukan tidak untuk jangka panjang atau waktu yang lama, sekitar 7-10 hari kemudian dilakukan evaluasi keberhasilan dari kedua kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Terapi insomnia dengan menggunakan obat terdiri dari penggunaan obat-obatan hipnosis. Intinya, obat-obatan tersebut bereaksi sebagai penghambat sistem gamma-aminobutyric acid (GABA) di susunan saraf pusat. Obat-obat hipnosis yang sering digunakan oleh dokter untuk mengobatan insomnia adalah sebagai berikut:

  • Obat hipnosis penghambat reseptor GABA

Obat-obatan jenis ini yang sering dugunakan seperti zolpidem, zopiclone, zaleplon, eszopiclone, indiplon.

  • Obat antidepresan

Obat-obatan yang sering digunakan di antaranya: trazodone, doxepin, mirtazapine, amitriptilin, mniaserin.

  • Valerian
  • Benzodiazepin
  • Agonis reseptor melatonin

Obat-obatan jenis ini, seperti ramelteon dan agomelatine

  • Antihistamin

Obat antihistamin dapat digunakan bila terdapat kontraindikasi dengan penggunaan obat hipnosis.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...