HIV AIDS

Pengobatan HIV AIDS

Berbicara mengenai pengobatan HIV AIDS, bahkan hingga saat ini infeksi HIV belum dapat disembuhkan. Obat yang dipakai untuk terapi HIV adalah obat antiretroviral untuk mencegah perburukan atau komplikasi HIV AIDS penyakit. Pengobatan diberikan tergantung dari riwayat penyakit, seberapa baik sistem imun bekerja dan pengobatan untuk penyakit yang terkait HIV. Penyebab HIV AIDS juga sudah harus dipahami dengan jelas oleh pasien, sebagai bukti bahwa gaya hidup seksual yang tidak sehat membawa akibat yang buruk.

Sekitar 33 juta orang terinfeksi HIV di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih dari 1,2 juta orang terinfeksi HIV. Pengobatan HIV AIDS dengan antiretroviral diperkenalkan pada 1987. Setiap orang yang terinfeksi HIV seharusnya mendapat terapi antiviral. Terapi HIV penting terutama pada keadaan-keadaan seperti memiliki gejala HIV AIDS yang berat, memiliki infeksi oportunis, jumlah CD4 dibawah 350, wanita hamil, memiliki penyakit ginjal terkait HIV, dan seseorang dengan pengobatan hepatitis B atau C.

Terdapat enam kelas agen antiretroviral yang ada:

  • Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs)
  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs)
  • Protease inhibitors (PIs)
  • Integrase inhibitors (INSTIs)
  • Fusion inhibitors (FIs)
  • Chemokine receptor antagonists (CCR5 antagonists)

Setiap target dari masing-masing kelas memiliki langkah yang berbeda untuk mempengaruhi siklus virus yang menginfeksi CD4+ atau target sel lain. Resistensi, efek samping, kehamilan dan terdapatnya koinfeksi hepatitis B atau C penting untuk diperhatikan dalam memilih dan mengelola terapi.

Efek samping yang dapat timbul dari pengobatan HIV AIDS adalah mual, muntah, diare, lelah, mengantuk, ruam pada kulit, masalah tidur, kehilangan massa tulang, jaringan otot berkurang, nyeri kolesterol abnormal dan gula darah lebih tinggi. Efek ini dapat timbul sesaat atau selama pengobatan. Jika terdapat efek samping, penderita diharapkan berkonsultasi dengan dokter tidak memberhentikan obat sendiri.

Viral load dan jumlah sel CD4 akan di monitor selama pengobatan HIV AIDS. Viral Load akan diperiksa pada awal terapi dan kemudian setiap tiga hingga empat bulan selama terapi. CD4 akan diperiksa setiap tiga hingga enam bulan. Terapi seharusnya dapat mengurangi viral load  hingga tidak terdeteksi. Namun, hal tersebut bukan berarti HIV sudah tidak ada. Hal itu berarti pemeriksaan tidak lagi cukup untuk mendeteksi. Meskipun sudah tidak terdeteksi, orang tersebut masih dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Suplemen dapat dikonsumsi oleh penderita HIV untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya atau untuk menetralkan efek samping dari obat anti-HIV. Terdapat suplemen yang dapat membantu hal tersebut, tetapi ada pula yang perlu diwaspadai. Suplemen yang perlu diwaspadai adalah suplemen yang dapat berinteraksi dengan obat anti-HIV dan mengurangi efektifitasnya. Konsultasikan dengan dokter ahli mengenai suplemen agar tidak mengganggu terapi dari HIV. Terlepas dari berbagai macam pengobatan yang bisa dilakukan oleh penderita HIV AIDS, hal utama yang harus dikerjakan adalah dengan melakukan pencegahan HIV AIDS sejak dari awal.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...