HIV AIDS

Komplikasi HIV AIDS

Komplikasi HIV AIDS bagi penderita HIV yang tidak diobati adalah buruk dengan tingkat kematian lebih dari 90%. Rata-rata waktu dari infeksi hingga menimbulkan kematian adalah 8-10 tahun, walaupun setiap orang memiliki variasi sekitar satu tahun. Seseorang dengan AIDS biasanya dapat bertahan kurang dari dua tahun.

Penderita AIDS dapat terinfeksi dengan infeksi-infeksi lain terkait penurunan daya tahan tubuh sebagai bentuk dari komplikasi HIV AIDS. Infeksi oportunistik yang baru terjadi harus diwaspadai dan juga aktivasi kembalinya dapat menimbulkan penyakit yang serius. Patogen yang penting yaitu cytomegalovirus yang mengakibatkan peradangan retina, radang paru dan radang usus serta Pneumocystis jivoreci penyebab pneumocystis pneumonia.

Infeksi oportunistik dari HIV/ AIDS dapat berupa infeksi (jamur, bakteri) dan keganasan diantaranya kandidiasis bronkus, trakea, paru, esofagus, kanker leher rahim, coccidioidomycosis, cryptococcosis, ensefalopati terkait HIV, herpes simpleks, histoplasmosis, sarkoma kaposi, limfoma, mycobacterium, toxoplasmosis pada otak, dan wasting syndrome. Kematian akibat HIV pada tahun 2007 total terdapat 11.295 orang.

Pengobatan HIV AIDS dapat mengurangi kasus wasting syndrome namun masih terjadi pada penderita AIDS. Pada wasting syndrome, pasien kehilangan paling tidak sepuluh persen dari berat tubuh, sering diikuti oleh diare, kelemahan yang berlangsung lama dan demam.

Nefropati terkait HIV adalah peradangan filter atau penyaring ginjal yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dari peredaran darah melalui air kemih. Nefropati ini lebih tinggi kejadiannya pada kulit hitam, terkait dengan predisposisi genetik.

Walaupun AIDS tidak menyerang sel saraf, gejala saraf dapat timbul yaitu kebingungan, depresi, kecemasan, sulit berjalan. Yang paling sering terjadi adalah demensia yang akan mengakibatkan perubahan perilaku dan fungsi mental. Komplikasi HIV AIDS yang menyerang saraf terjadi pada lebih dari 40% pasien dengan infeksi HIV. Berkembang menjadi AIDS pada 10-20% kasus. Pada autopsi, prevalensi dari kelainan saraf ditemukan sebesar 80%.

Banyak penyakit terkait HIV yang dapat menyebabkan penderita tersebut harus dirawat di rumah sakit. Gagal napas akut adalah yang terbanyak, sekitar 25-50% dari para penderita yang dirawat di ruang perawatan intensif. Gagal napas biasanya merupakan akibat dari infeksi paru. Indikasi lainnya untuk perawatan intensif adalah infeksi sistem saraf pusat dan sepsis. Dengan berbagai jenis komplikasi HIV AIDS di atas, tentunya bentuk pencegahan HIV AIDS harus dijalankan agar tidak harus mengalami komplikasi tersebut. Mengetahui gejala HIV AIDS juga memperkecil komplikasi HIV AIDS. Yang terpenting adalah menghindari hal-hal yang menjadi penyebab HIV AIDS sehingga faktor risiko menurun untuk tertular.

Artikel Terkait


flu pada bayi 7 bulan

Anak saya 7 bulan berat 9kg tinggi 70 cm. saya tinggal di jambi dan sekarang udara disini berasap karena kebakaran hutan. Anak saya flu ringan…. Dok, apa yang harus saya lakukan untuk membantu agar anak saya sehat kembali dan bila udara berasap baiknya bagaimana...

dok,anak saya umur 5 bulan 2 minggu.dia sudah bisa tengkurap umur 4bln 2 minggu tapii sampai sekarang belom bisa guling2 seperti anak seusianya.berat anak saya 9,3 kg dok..asi ekslusif..apakah bayi saya terlalu gemuk apa masii tergolong normal?

Jawaban Dokter : bu, belum dapat guling-guling untuk usia ini masih termasuk normal bu. Apalagi karena berat badannya besar. Masih ASI eksklusif tapi ya bu. sebab berat badannya setara dengan anak usia 1 tahun bu. Berapakah tingginya? mungkin ibu dapat memperbanyak...